Jumat, 13 Februari 2015

Derita tidak Menjual Murah

Jual menjual mungkin merupakan satu hal yang menjadi tindak yang dibuat oleh kita. Mengabdi atau pun membantu termasuk kategori menjual yaitu menjual jasa. Kaya menjadi target namun ternyata menjual tidak murah menyumpan derita sendiri. Jika kita tidak menjual murah maka ini ibarat masuk neraka dunia dalam beberapa kasus.

Satu contoh kasus yaitu jika tidak menjual murah maka walau kita dirampok pun, pihak lain memilih suatu tindak membela rampok. Ini karena jika ia tidak membela rampok maka ia tidak mendapatkan perut yang kenyang. Ia harus mulai diet karena rampok mulai tidak mampu membayar gajinya. Ini ibarat ia membelah periuk nasinya sendiri hingga ia tidak lagi mampu dahar.

Selain kasus pada atas, jika rampok paranoid karena sumber penghasilan banyak yang ditutup maka rampok pun dibela hingga si rampok ini sangat sulit dibuat supaya membayar kompensasi usai paranoid. Apa manfaat membakar aset paranoid? Bukankah lebih unggul jika si paranoid membayar kompensasi hingga si yang menderita kerugian menjadi mendapat untung karena membakar aset memang membuat pihak paranoid rugi namun itu tidak membuat pihak terfitnah untung, bukan?

Selain itu, walaupun tidak ada dalam hukum yang berlaku, pihak lain tetap bersikeras membuat satu tindak yang hal ini membuat pihak lain menderita namun hal ini tetap membuat pihak lain membela si pemberi racun. Apakah konstitusi dibuat supaya dilanggar? Walau banyak membuat protes, jika menjual murah maka pihak yang memberi racun ini ibarat memiliki pihak yang akan menjaga karena dengan menjual murah berarti uang menjadi lebih gampang didapatkan dan lebih mampu membayar gaji.

Kasus lainnya yaitu jika tidak menjual murah maka tiap tindak dianggap suatu tindak mengancam karena betapa tidak, suatu tindak memukul dianggap tindak mengancam akan memukul. Memukul itu merupakan suatu tindak memukul bukan tindak mengancam memukul. Jadi seharusnya jika tidak kena maka ia menjadi tindak percobaan memukul dan jika ini masuk kategori penganiayaan maka ini menjadi tindak percobaan penganiayaan yang tidak duhukum jika kita mengacu pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Jika kasus ini terjadi pada si miskin alias si miskin akan dipukul namun tidak kena maka walaupun sudah dilaporkan, apakah pelaku sudah ditangkap? Namun jika ini dibalik maka nyawa si miskin sangat mungkin menjadi taruhan karena dengan uang, tidak segan-segan si miskin dibuat celaka. di mana letak keadilan?


Dengan adanya contoh-contoh kasus yang ada, mampu diambil kesimpulan bahwa jika menjual murah maka sangat mungkin berlaku Kasih Uang Habis Perkara (KUHP) karena jika pihak lain perutnya kenyang maka pihak lain itu walaupun yang membuatnya kenyang melanggar konstitusi, si yang dibuat kenyang ini tetap membela mati-matian. Ia tidak peduli bahwa tindaknya bertentangan dengan konstitusi. Mungkin cara pikirnya, "Yang penting gua senang."

Mungkin masih ada lagi contoh-contoh lain yang membuat menjual tidak murah mampu dituturkan mendapatkan derita yaitu jika kita tidak menjual murah maka kita mungkin harus berjalan jauh pada saat pulang karena tidak ada yang sudi mengantar kita. Kita tidak mungkin memaksa pihak lain mengantar kita karena kita tidak ada hak jika pihak lain tidak sudi mengantar. Kita boleh membujuk namun kita tidak boleh memaksa. Pastinya, dampak yang terjadi yaitu ktia harus berjalan jauh jika kita tidak sudi menjual murah uang kita.

Jadi kesimpulannya, jika kita ingin mendapatkan keadilan maka jual murahlah karena dengan ada uang, Kasih Uang Habis Perkara (KUHP). Ini bukan ancaman namun fakta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar