Membuat usaha merupakan suatu hal yang mungkin dibuat jika kamu tidak sudi disuruh hari minggu atau pun saat sudah terlampau malam tetap bekerja. Ini membuat kamu mungkin lebih banyak waktu. Kamu mampu memilih sendiri waktu kerja dan waktu santai. Bangun siang pun mungkin tidak perlu khawatir bos marah karena kamulah bosnya.
Tidak dipungkiri, membuat usaha juga jika benar mampu membuat kita mendapatkan banyak uang. Apple pun mendapatkan uang banyak karena ada perusahaan Apple. Sebut saja beberapa konglomerat tenar yang mungkin tidak akan menjadi konglomerat jika tidak mampu membuat usaha yang benar. Ini lebih terasa terlebih jika membuat usaha mampu membuat kita mampu mendapatkan uang yang lebih banyak jika dibandingkan gaji.
Satu hal yang perlu kita pikirkan yaitu ternyata rakus dalam membuat usaha sangat mungkin membuat usaha menjadi tidak terurus karena kita jadi mungkin tidak memiliki uang lagi mengurus usaha kita. Betapa tidak, ternyata jika kita rakus dan tidak menjual murah maka sangat mungkin hasil yang didapatkan yaitu rugi. Pendapatan yang didapatkan tidak cukup menutup biaya karena barang atau jasa yang kita jual tidak terjual cukup banyak. Tanpa ada pendapatan yang cukup dalam waktu lama yang mampu menutupi biaya, bangkrut pun mungkin datang yang kedatangannya menunggu waktu saja.
Ini membuat kita perlu mencari titik optimal harga, bukan titik maksimal harga. Titik maksimal harga mungkin mampu menggapai tidak terhingga namun harga yang maksimal dengan adanya contoh ini perlu dipikir ulang supaya tidak kita terapkan harga maksimal karena pada taraf tertentu, harga yang makin tidak murah ternyata membuat usaha mungkin rugi. Jika kita gagal dalam mencari harga optimal maka bukan hal yang mustahil jika terjadi kita bukan makin kaya malah makin bangkrut. Ini sebenarnya diajarkan oleh satu universitas yang ada pada Jakarta dan satu lagi Institut pada India.
Ini tampak sebagai nasihat dari manusia miskin namun jika benar-benar dibuat harga maksimum maka dikhawatirkan modal menjadi tergerus terutama jika kita tidak rajin. Masalah yang terjadi yaitu berapa lama kamu mampu menanggung rugi? Berapa banyak modalmu yang mampu dipakai jika kamu tiap saat rugi? Kamu membuat usaha ingin rugi atau untung?
Jika ini tidak segera ditinjau maka sangat mungkin kamu menjadi makin sulit mengurus usahamu. Kondisi paling parah yang terjadi jika tidak mampu dibawa keluar dari kerugian yaitu bangkrut hingga kamu menjadi tidak lagi mampu mengurus usahamu karena modal yang dimiliki sangat mungkin menjadi tidak lagi cukup. Pastinya, kondisi ini sangat perlu dihindari oleh tiap pengusaha. Kamu membuat usaha ingin mendapatkan uang atau menghabiskan uang?
Hallo, saya mahasiswa Bina sarana informatika (BSI), ada yang ingin gabung dengan blog saya? Gabung ya? Banyak informasi berharga lho?
Minggu, 27 Mei 2018
Minggu, 04 September 2016
Saat Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia Bengal dan Membanting-banting Barang Majikan, Salahkah Jika Mereka Didamprat?
Bekerja merupakan satu tindak yang dibutuhkan supaya lebih mampu bertahan hidup. Tidak bekerja pun mungkin kita mampu bertahan hidup namun mungkin tidak semudah itu jika kita bertahan hidup tanpa kerja. Jika kita mengandalkan meminta tanpa bekerja maka sangat mungkin lebih sulit kita mendapatkan uang yang membuat saat kita harus mendapatkan barang kebutuhan kita, kita mungkin tidak mampu karena tidak memiliki uang.
Dalam bekerja, banyak tempat yang mampu dipilih yaitu bekerja pada dalam negeri dan luar negeri. Jika kita bekerja pada dalam negeri maka pastinya kita mendapatkan rupiah karena ada kewajiban menggunakan rupiah dan jika kita bekerja pada luar negeri maka kita mungkin mendapatkan uang lokal dari negara tempat kita mengabdi. Budaya pun tidak sama tergantung tempat kita mengabdi yang harus kita pelajari jika mungkin supaya kita lebih mampu menyesuaikan diri. Norma yang berlaku pada satu tempat pun sangat mungkin belum pasti sama jika dibandingkan tempat yang lain.
Kadang, kita mendengarkan kabar bahwa tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia mendapatkan perlakuan kasar pada luar negeri. Tidak jarang mungkin timbul kabar pemerkosaan atau pun juga penganiayaan yang dibuat ke para TKW. Ini pastinya membuat kita merasa miris terutama jika mengingat para TKW merupakan pahlawan devisa. Walaupun mungkin kabar-kabar itu mungkin benar namun sebaiknya kita melihat lebih jauh dari dua sisi, jangan dari sisi TKW saja.
Kadang, prilaku para TKW sendiri tidak mengundang rasa simpatik yaitu kadang para TKW ini membanting barang majikannya. Jika ini pun terjadi pada para TKW lain maka bos mana yang sudi barangnya rusak dibanting oleh para TKW? Apakah barnag itu milik para TKW hingga para TKW seenaknya membanting-banting barang itu? Salahkah bos jika bos marahj karena barangnya dibanting-banting oleh para TKW?
Jika pemberitaan yang ada memihak ke para TKW dan tidak mengungkap fakta-fakta dalih kekerasan terjadi ke para TKW maka para TKW ini pastilah selalu dianggap tidak bersalah. Harusnya media massa membuat kabar yang lebih berimbang dan dilihat dari dua sisi. Jangan sisi TKW saja yang banyak diungkap namun juga dari sisi majikan supaya adil dan tidak tampak bahwa TKW yang benar karena TKW dari Indonesia saja. Pastinya pemberitaan yang tidak berimbang ini membawa dampak seakan-akan TKW manusia suci walaupun sebenarnya para TKW itu yang salah.
Lewat ini, para TKW harusnya mulai menghentikan tindak seenaknya dalam membuat tugasnya sebagai TKW. Barang majikan merupakan barang majikan dan bukan barang pribadi yang membuat jika pun tidak ingin menjaga, TKW juga tidak boleh merusak. Belum lagi dalih-dalih lainnya seperti bekerja tidak becus dan lain-lain yang pastinya jika para majikan ingin merekrut TKW maka pastinya para majikan itu inginnya pekerjaan para TKW itu mampu dipertanggungjawabkan dan jika itu tidak becus walaupun dibayar, siapa yang tidak jengkel?
Kesimpulannya, tindak-tindak ke para TKW itu bukan tiap saat salah si majikan. Para TKW pun harus mulai instrospeksi dalih suatu tindak dibuat ke mereka. Jangan tiap saat menyalahkan manusia lain.
Dalam bekerja, banyak tempat yang mampu dipilih yaitu bekerja pada dalam negeri dan luar negeri. Jika kita bekerja pada dalam negeri maka pastinya kita mendapatkan rupiah karena ada kewajiban menggunakan rupiah dan jika kita bekerja pada luar negeri maka kita mungkin mendapatkan uang lokal dari negara tempat kita mengabdi. Budaya pun tidak sama tergantung tempat kita mengabdi yang harus kita pelajari jika mungkin supaya kita lebih mampu menyesuaikan diri. Norma yang berlaku pada satu tempat pun sangat mungkin belum pasti sama jika dibandingkan tempat yang lain.
Kadang, kita mendengarkan kabar bahwa tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia mendapatkan perlakuan kasar pada luar negeri. Tidak jarang mungkin timbul kabar pemerkosaan atau pun juga penganiayaan yang dibuat ke para TKW. Ini pastinya membuat kita merasa miris terutama jika mengingat para TKW merupakan pahlawan devisa. Walaupun mungkin kabar-kabar itu mungkin benar namun sebaiknya kita melihat lebih jauh dari dua sisi, jangan dari sisi TKW saja.
Kadang, prilaku para TKW sendiri tidak mengundang rasa simpatik yaitu kadang para TKW ini membanting barang majikannya. Jika ini pun terjadi pada para TKW lain maka bos mana yang sudi barangnya rusak dibanting oleh para TKW? Apakah barnag itu milik para TKW hingga para TKW seenaknya membanting-banting barang itu? Salahkah bos jika bos marahj karena barangnya dibanting-banting oleh para TKW?
Jika pemberitaan yang ada memihak ke para TKW dan tidak mengungkap fakta-fakta dalih kekerasan terjadi ke para TKW maka para TKW ini pastilah selalu dianggap tidak bersalah. Harusnya media massa membuat kabar yang lebih berimbang dan dilihat dari dua sisi. Jangan sisi TKW saja yang banyak diungkap namun juga dari sisi majikan supaya adil dan tidak tampak bahwa TKW yang benar karena TKW dari Indonesia saja. Pastinya pemberitaan yang tidak berimbang ini membawa dampak seakan-akan TKW manusia suci walaupun sebenarnya para TKW itu yang salah.
Lewat ini, para TKW harusnya mulai menghentikan tindak seenaknya dalam membuat tugasnya sebagai TKW. Barang majikan merupakan barang majikan dan bukan barang pribadi yang membuat jika pun tidak ingin menjaga, TKW juga tidak boleh merusak. Belum lagi dalih-dalih lainnya seperti bekerja tidak becus dan lain-lain yang pastinya jika para majikan ingin merekrut TKW maka pastinya para majikan itu inginnya pekerjaan para TKW itu mampu dipertanggungjawabkan dan jika itu tidak becus walaupun dibayar, siapa yang tidak jengkel?
Kesimpulannya, tindak-tindak ke para TKW itu bukan tiap saat salah si majikan. Para TKW pun harus mulai instrospeksi dalih suatu tindak dibuat ke mereka. Jangan tiap saat menyalahkan manusia lain.
Senin, 09 Februari 2015
Dipanggil Kerja Lagi Karena Gila
Gila ternyata bukan satu hal yang membuat rugi. Betapa tidak, ternyata gila mampu membuat perusahaan lama tempat bekerja yang lama memanggil lagi tenaga kerja supaya mengabdi walau itu perusahaan yang mungkin kenal saja dengan perusahaan lama tempat si manusia itu bekerja. Panggilan ini dibuat lewat bekas rekan kerja.
Ini membuat para manusia gila tidak sangat perlu percaya diri. Tanpa diri sendiri menghargai potensi diri, tidak ada pihak lain yang mungkin menghargai potensi diri. Makin diri sendiri tidak menghargai diri sendiri, makin gembira pihak lain karena mampu mendapatkan kemampuan dari diri si manusia itu secara murah. Tanpa ada yang bersedia memperjuangkan, jika diri sendiri tidak juga mengusahakan maka kita akan menyesal jika karena kita tidak menghargai diri sendiri, pihak lain tidak menghargai kita.
Jika kita menanyakan dalih yang membuat manusia gila mampu mendapatkan kesempatan maka yang mampu dituliskan yaitu saat melihat manusia gila, pihak lain merasa iba. Adanya rasa iba ini membuat pihak lain sangat mungkin membeli barang yang dijual oleh si manusia gila ini jika si manusia gila ini merupakan tenaga penjual. Jika pembelian ini melebihi target penjualan maka ini akan menjadi prestasi tersendiri dan pengusaha juga untung karena produknya menjadi lebih laku. Ini yang membuat perusahaan menjadi sudi memanggil pulang supaya mengabdi lagi ke perusahaan lama karena produk yang dijual oleh manusia gila menjadi laku.
Ini membuat para manusia gila tidak sangat perlu percaya diri. Tanpa diri sendiri menghargai potensi diri, tidak ada pihak lain yang mungkin menghargai potensi diri. Makin diri sendiri tidak menghargai diri sendiri, makin gembira pihak lain karena mampu mendapatkan kemampuan dari diri si manusia itu secara murah. Tanpa ada yang bersedia memperjuangkan, jika diri sendiri tidak juga mengusahakan maka kita akan menyesal jika karena kita tidak menghargai diri sendiri, pihak lain tidak menghargai kita.
Jika kita menanyakan dalih yang membuat manusia gila mampu mendapatkan kesempatan maka yang mampu dituliskan yaitu saat melihat manusia gila, pihak lain merasa iba. Adanya rasa iba ini membuat pihak lain sangat mungkin membeli barang yang dijual oleh si manusia gila ini jika si manusia gila ini merupakan tenaga penjual. Jika pembelian ini melebihi target penjualan maka ini akan menjadi prestasi tersendiri dan pengusaha juga untung karena produknya menjadi lebih laku. Ini yang membuat perusahaan menjadi sudi memanggil pulang supaya mengabdi lagi ke perusahaan lama karena produk yang dijual oleh manusia gila menjadi laku.
Jumat, 10 Oktober 2014
Karena Gila Pekerjaan Mengejar Kita
Sedih karena gila? Jangan sedih, kini manusia gila sangat mungkin lebih dihargai. Bahkan dengan gila, kamu mampu menjadi lebih ada kemampuan menghasilkan karena lebih memiliki Income Generated Capacity (IGC).
Fakta membuktikan bahwa dengan menjadi gila, pekerjaan mengejar. Tanpa perlu melamar, pekerjaan sangat mungkin datang mengundang kamu. Ini membuat kamu tidak perlu lagi fotokopi lamaran yang kadang sangat membuat jebol kantong. Pastinya ini sangat mungkin menjadi peluang untuk para gila.
Dengan adanya fakta ini, jika kamu masuk kategori gila maka kamu lebih perlu tidak minder. Sabarlah, pada waktunya nanti, bantuan Allah sangat mungkin datang dan mengubah nasib kamu. Kehidupan tanpa pekerjaan dan tanpa penghasilan sangat mungkin menghilang. Masa depan yang lebih cemerlang sangat mungkin mulai menyapamu.
Kesimpulannya, ada unggulnya kita percaya pada lagu, "Tak selamanya mendung itu kelabu...." Kita perlu tetap berusaha walau gila. Berusaha yang dimaksud pastinya bukan berusaha dengan menjadi pencuri, perampok, atau pun pembuat tindak kriminal yang lain. Tiap manusia sangat mungkin tidak ada yang sempurna.
Fakta membuktikan bahwa dengan menjadi gila, pekerjaan mengejar. Tanpa perlu melamar, pekerjaan sangat mungkin datang mengundang kamu. Ini membuat kamu tidak perlu lagi fotokopi lamaran yang kadang sangat membuat jebol kantong. Pastinya ini sangat mungkin menjadi peluang untuk para gila.
Dengan adanya fakta ini, jika kamu masuk kategori gila maka kamu lebih perlu tidak minder. Sabarlah, pada waktunya nanti, bantuan Allah sangat mungkin datang dan mengubah nasib kamu. Kehidupan tanpa pekerjaan dan tanpa penghasilan sangat mungkin menghilang. Masa depan yang lebih cemerlang sangat mungkin mulai menyapamu.
Kesimpulannya, ada unggulnya kita percaya pada lagu, "Tak selamanya mendung itu kelabu...." Kita perlu tetap berusaha walau gila. Berusaha yang dimaksud pastinya bukan berusaha dengan menjadi pencuri, perampok, atau pun pembuat tindak kriminal yang lain. Tiap manusia sangat mungkin tidak ada yang sempurna.
Rabu, 07 Mei 2014
Gila, Benarkah tidak Berguna?
Ulam tiba pucuk dicinta bukan suatu ungkapan yang benar jika itu dibuat dengan tidak benar. Matahari juga menyinari manusia miskin jadi kita tidak usah iri hingga kita membuat tindak yang salah. Lama matahari menyinari manusia miskin selama ia ada pada tempat benar adalah sama, adakah beda?
Nasionalisme tidak membuat kita harus jadi repot nasi. Tanpa ada uang yang cukup bagaimana mungkin menjadi seorang patriot? Apa patriot tidak usah makan?
Tidak disangka, menjadi gila juga berguna jika berpikir seperti pada alinea atas. Dengan menjadi gila, juara mampu didapatkan. Ini satu karunia ilahi ataukah satu kebetulan belaka?
Oleh yang kuasa diberi berkat pastinya membuat hati ini berterima kasih. Betapa tidak, dengan adanya berkat ini, manusia gila pun ada gunanya. Menjadi gila pun ternyata mampu berguna untuk masyarakat. Jika kita sadar maka kotoran pun mungkin berguna ya?
Langkah pasti mamang masih sulit diraih. Ini pastinya sudah lebih unggul karena malang sudah lebih mampu ditampik. Jika bukan kepada Tuhan yang Maha Kuasa maka ke mana lagi harus dihaturkan terima kasih ini?
Obrolan tidak berarti membuat waktu. Time is money berarti membuang waktu mirip membuat uang. Pada saat masih muda kita harus sadar ini. Jika tidak maka tua kita mungkin menangis.
Naga tidur satu saat sangat mungkin bangun kembali jika bukan tewas. Jika sudah tewas mungkin selamanya tidak akan bangun karena belum ada yang mampu menghidupkan makhluk yang sudah mati. Dokter paling hebat pun mungkin masih belum mampu menghidupkan ayahmu yang sudah wafat.
Galau tidak ada manfaatnya, lebih baik lakukan yang mampu dibuat. Sedetik pun waktu ibarat segenggam emas. Jika lewat maka tidak lagi mampu kembali lagi. Walaupun kamu mampu menjadi anak kecil lagi, tidakkah itu kamu buat pada masa datang dan kejadian selama kamu kecil secara alamiah tidak mampu diubah lagi?
Tawa atau tangis merupakan tindak duniawi. Ada datang, sangat mungkin ada pergi jika sudah tidak cocok. Jika tidak ada pandang tawar maka beban sangat mungkin terus dipanggul. Tidakkah letih memanggul beban begitu beratnya?
Ingin rasa hati ini menjerit namun apa daya? Apa manusia gila didengar? Maksimum satu alinea pada atas saja mampu dituliskan. Apa daya jika nanti peluru bundar bersarang di dada dan hanya mampu tersenyum beku sambil melukiskan penderitaan?
Mati atau hidup bukan satu yang penting. Yang penting dalam hidup mampu menjadi manusia yang berguna. Siapakah nanti yang mengenang? Tidak dicaci maki pun mungkin sudah syukur.
Silih berganti malam berganti siang dan begitu juga sebaliknya. Walau kita jenuh, tidak mampu kita halangi peristiwa alam minimal inilah yang rutin terjadi pada mata seseorang. Sebanyak pasir pada pantai atau pun bintang pada angkasa siang dan malam itu, lebih ungguil jika siang dan malam itu kita nikmati. Jika memang sudah membuat susah maka mungkin saat itu kita mulai mencoba suatu tindak mengubahnya.
Orang tua atau pun muda berbeda pada usia saja. Jika usia sudah tua namun infantilisme maka apa itu ada manfaat? Peti mati tidak untuk orang tua namun untuk orang mati. Jadi orang muda jangan berpikir bahwa ia tidak akan mati.
Eden merupakan taman yang sangat didamba pada muka bumi. Ini karena kita tidak usah bekerja pada tempat itu, bukan? Kita perlu makan, minum, tidur, dan bersenang-senang, bukan? Adakah tempat yang lebih indah?
Kartu As jangan ditukar dengan kartu dua. Ini artinya mutu jangan ditukar dengan picisan. Jangan tertipu menyerahkan berlian supaya mampu mendapatkan batu kali saja. Apa benar batu kali lebih berharga jika dibandingkan rubi?
Alinea pada atas ingin menuturkan bahwa jika kamu sudah memiliki suatu yang mampu diandalkan maka hindarkanlah terpikat menukarkan barang berharga kamu dengan tahi. Adakah tahi ada manfaat? Tidakkah manusia hingga sudi membayar supaya manusia lain sudi mendapatkan tahinya yang seharusnya tiap manusia menjual tahi?
Risiko dan keuntungan harus diperhitungakan arti dari alinea pada atas. Jangan nasihat yang bagus malah kamu tampik dan nasihat jelek malah didengarkan. Kadang sahabat kamu pun sangat mungkin membujuk kamu membuat suatu hal yang cocok jika dibandingkan dengan tujuannya. Waspadalah, jangan hingga kamu mampu diperalat oleh sahabat kamu.
Nomor satu atau pun nomor paling akhir tidak menjadi masalah selama hidup kita ada pada jalan yang benar. Menjadi bermasalah jika kita ada pada jalan yang salah. Lebih parah lagi jika kita tidak sadar tentang hal itu. Menyesal kemudian sering tidak ada manfaat.
Olahlah hartamu hingga ia tidak menjadi penghambat. Jangan membuat tindak yang justru mampu menghambat kamu walau itu tidak kamu sadari. Menyesal kemudian akan membuat air mata berderai saja.
Harta dan tahta penting di dunia namun cara mendapatkannya lebih penting lagi. Menjadi kaya namun dengan merampok adalah salah. Jangan tanya berdasarkan siapa namun terima saja ini suatu kebenaran yang tidak terbantah. Jangan karena membantah kebenaran ini kemudian kamu menjadi bandit.
Atap langit dan alas bumi saat tidur tidak masalah jika itu dengan cara yang benar. Tidak usah malu jika itu terjadi pada kita. Yang perlu kita malu jika kita menjadi bandit besar. Lebih parah lagi jika kita tidak pernah sadar.
Tanpa ada kemajuan dalam hidup pun bukan satu hal yang perlu kita risaukan. Yang harus kita tanyakan yaitu akan makan apa hari ini dengan benar? Jika itu benar maka pada saat malam datang wafat pun, jiwa terasa tenang. Jika tidak maka apa tidak akan mendatangkan caci maki?
Tumbal dalam babi ngepet apa benar membawa rezeki? Kadang, ada anggota keluarga yang harus dikorbankan. Tidak sayangkah kita dengan anggota keluarga kita? Apakah demi harta anggota keluarga dikorbankan?
Atas sangat mungkin menjadi bawah dan begitu juga sebaliknya. Sabar adalah kunci dalam hidup karena jika kita tidak sabar menderita dan kemudian membuat tindak salah, salah siapa? Jangan karena jenuh menderita kemudian kita membuat tindak kriminal. Jangan karena ingin balik modal kemudian kita memfitnah pihak lain.
Rugi jika kita tewas karena kita tidak sabar namun ini bukan karena ingin mengancam. Jika musuh lebih banyak dan kita mengandalkan berani maka apa kita tidak mati konyol? Benarkah kita sangat gagah hingga mampu menaklukkan jutaan manusia seorang diri? Benarkah kita mampu berubah menjadi satria baja hitam karena jika tidak maka apa kita tidak bodoh jika karena itu harus ada lubang peluru bundar di dadanya, senyum bekunya ingin berkata...?
Allah tidak usah menjadi pegangan yang sangat teguh. Jika Lat dan lainnya tidak mampu memberikan baju atau sejenisnya pada saat ada yang telanjang maka apa Allah akan memberikan tower setinggi 150 tingkat dengan tinggi satu tingkat 3 meter, berdiri pada daerah seluas 100 hektar, berbentuk balok tower itu yang menutupi tiap daerah 100 hektar itu yang tiap tingkat mampu menampung hingga 100 milyar triliun ton jika saya minta? Jika tidak apa bedanya dengan Lat, Uzza, atau yang lainnya? Allah juga tidak mampu mengabulkan permintaan khan?
Mata adalah satu penyaring kita. Jika itu tampak maka kita mungkin percaya. Jika tidak maka kita mungkin tidak percaya. Walau mungkin juga mata kita salah, tetap lazimnya seeing is believing..
Pemeluk teguh mungkin berkata, "Kamu belum membuat kebaikan cukup bagaimana Allah memberikan ke kamu?" Namun pernahkah terbersit jika pendukung Lat, Uzza atau yang lainnya berkata yang sama kepada kamu? Apa benar kamu sudah membuat kebaikan yang cukup hingga Lat, Uzza atau yang lainnya layak mengabulkan yang kamu minta? Bagaimana kamu menjawab ini?
Oh, jangan tuturkan bahwa kamu ingin mengandalkan laskar yang besar ingin memaksakan para penganut Lat, Uzza atau yang lainnya tunduk ke kamu. Itu sama saja dengan kamu memaksakan kepercayaan kamu. Ajaran penyembah patung tidak selamanya salah karena apa Muhammad sudi menanggung dosa para pengikutnya yang sudah menyantap satwa tanpa ada maksud menghina pengikut Muhammad?
Kebenaran selalu menjadi yang paling atas tidak peduli betapa kamu tenar atau pun banyak laskar. Selama ada laskar kamu mampu membuat onar. Jika tidak ada laskar maka nanti pihak yang lain yang sangat mungkin membalas. Balas membalas, kapan akan berakhir?
Sodoran berita dan sejarah yang kamu baca belum pasti benar. Sangat mungkin itu direkayasa supaya membuat untung penguasa hingga seakan-akan penguasalah pahlawannya. Kamu harus mampu membedakan yang benar dan yang salah. Jangan kamu dibodohi karena sangat mungkin suatu racun dibuat sedemikian hingga terasa seperti madu.
Akhir tidak menjadi hal yang membuat takut. Jika memang harus berakhir maka berakhirlah. Jika masih harus terus maka teruslah. Tidak perlu kita memaksakan sesuatu dengan cara yang tidak benar.
Ya, itulah kebenaran. Tidak banyak yang mampu dituliskan namun semoga ini berguna. Kebenaran ini semoga lebih mampu membantu hidup kamu.
Akhir kata diucapkan, "Tahi sangat mungkin masih ada manfaat." Itu tergantung cara kita mengolah tahi. Sayangi barang kamu dan usahakan selalu jual barang kamu jika itu bukan ke saudara kamu atau manusia-manusia yang layak karena sbenarnya lebih unggul menjual tahi dan air kencing. Itulah sebabnya dianjurkan juga jangan buang tahi atau air kencing sembarangan, kita harus juga jual tahi dan air kencing kita.
Nasionalisme tidak membuat kita harus jadi repot nasi. Tanpa ada uang yang cukup bagaimana mungkin menjadi seorang patriot? Apa patriot tidak usah makan?
Tidak disangka, menjadi gila juga berguna jika berpikir seperti pada alinea atas. Dengan menjadi gila, juara mampu didapatkan. Ini satu karunia ilahi ataukah satu kebetulan belaka?
Oleh yang kuasa diberi berkat pastinya membuat hati ini berterima kasih. Betapa tidak, dengan adanya berkat ini, manusia gila pun ada gunanya. Menjadi gila pun ternyata mampu berguna untuk masyarakat. Jika kita sadar maka kotoran pun mungkin berguna ya?
Langkah pasti mamang masih sulit diraih. Ini pastinya sudah lebih unggul karena malang sudah lebih mampu ditampik. Jika bukan kepada Tuhan yang Maha Kuasa maka ke mana lagi harus dihaturkan terima kasih ini?
Obrolan tidak berarti membuat waktu. Time is money berarti membuang waktu mirip membuat uang. Pada saat masih muda kita harus sadar ini. Jika tidak maka tua kita mungkin menangis.
Naga tidur satu saat sangat mungkin bangun kembali jika bukan tewas. Jika sudah tewas mungkin selamanya tidak akan bangun karena belum ada yang mampu menghidupkan makhluk yang sudah mati. Dokter paling hebat pun mungkin masih belum mampu menghidupkan ayahmu yang sudah wafat.
Galau tidak ada manfaatnya, lebih baik lakukan yang mampu dibuat. Sedetik pun waktu ibarat segenggam emas. Jika lewat maka tidak lagi mampu kembali lagi. Walaupun kamu mampu menjadi anak kecil lagi, tidakkah itu kamu buat pada masa datang dan kejadian selama kamu kecil secara alamiah tidak mampu diubah lagi?
Tawa atau tangis merupakan tindak duniawi. Ada datang, sangat mungkin ada pergi jika sudah tidak cocok. Jika tidak ada pandang tawar maka beban sangat mungkin terus dipanggul. Tidakkah letih memanggul beban begitu beratnya?
Ingin rasa hati ini menjerit namun apa daya? Apa manusia gila didengar? Maksimum satu alinea pada atas saja mampu dituliskan. Apa daya jika nanti peluru bundar bersarang di dada dan hanya mampu tersenyum beku sambil melukiskan penderitaan?
Mati atau hidup bukan satu yang penting. Yang penting dalam hidup mampu menjadi manusia yang berguna. Siapakah nanti yang mengenang? Tidak dicaci maki pun mungkin sudah syukur.
Silih berganti malam berganti siang dan begitu juga sebaliknya. Walau kita jenuh, tidak mampu kita halangi peristiwa alam minimal inilah yang rutin terjadi pada mata seseorang. Sebanyak pasir pada pantai atau pun bintang pada angkasa siang dan malam itu, lebih ungguil jika siang dan malam itu kita nikmati. Jika memang sudah membuat susah maka mungkin saat itu kita mulai mencoba suatu tindak mengubahnya.
Orang tua atau pun muda berbeda pada usia saja. Jika usia sudah tua namun infantilisme maka apa itu ada manfaat? Peti mati tidak untuk orang tua namun untuk orang mati. Jadi orang muda jangan berpikir bahwa ia tidak akan mati.
Eden merupakan taman yang sangat didamba pada muka bumi. Ini karena kita tidak usah bekerja pada tempat itu, bukan? Kita perlu makan, minum, tidur, dan bersenang-senang, bukan? Adakah tempat yang lebih indah?
Kartu As jangan ditukar dengan kartu dua. Ini artinya mutu jangan ditukar dengan picisan. Jangan tertipu menyerahkan berlian supaya mampu mendapatkan batu kali saja. Apa benar batu kali lebih berharga jika dibandingkan rubi?
Alinea pada atas ingin menuturkan bahwa jika kamu sudah memiliki suatu yang mampu diandalkan maka hindarkanlah terpikat menukarkan barang berharga kamu dengan tahi. Adakah tahi ada manfaat? Tidakkah manusia hingga sudi membayar supaya manusia lain sudi mendapatkan tahinya yang seharusnya tiap manusia menjual tahi?
Risiko dan keuntungan harus diperhitungakan arti dari alinea pada atas. Jangan nasihat yang bagus malah kamu tampik dan nasihat jelek malah didengarkan. Kadang sahabat kamu pun sangat mungkin membujuk kamu membuat suatu hal yang cocok jika dibandingkan dengan tujuannya. Waspadalah, jangan hingga kamu mampu diperalat oleh sahabat kamu.
Nomor satu atau pun nomor paling akhir tidak menjadi masalah selama hidup kita ada pada jalan yang benar. Menjadi bermasalah jika kita ada pada jalan yang salah. Lebih parah lagi jika kita tidak sadar tentang hal itu. Menyesal kemudian sering tidak ada manfaat.
Olahlah hartamu hingga ia tidak menjadi penghambat. Jangan membuat tindak yang justru mampu menghambat kamu walau itu tidak kamu sadari. Menyesal kemudian akan membuat air mata berderai saja.
Harta dan tahta penting di dunia namun cara mendapatkannya lebih penting lagi. Menjadi kaya namun dengan merampok adalah salah. Jangan tanya berdasarkan siapa namun terima saja ini suatu kebenaran yang tidak terbantah. Jangan karena membantah kebenaran ini kemudian kamu menjadi bandit.
Atap langit dan alas bumi saat tidur tidak masalah jika itu dengan cara yang benar. Tidak usah malu jika itu terjadi pada kita. Yang perlu kita malu jika kita menjadi bandit besar. Lebih parah lagi jika kita tidak pernah sadar.
Tanpa ada kemajuan dalam hidup pun bukan satu hal yang perlu kita risaukan. Yang harus kita tanyakan yaitu akan makan apa hari ini dengan benar? Jika itu benar maka pada saat malam datang wafat pun, jiwa terasa tenang. Jika tidak maka apa tidak akan mendatangkan caci maki?
Tumbal dalam babi ngepet apa benar membawa rezeki? Kadang, ada anggota keluarga yang harus dikorbankan. Tidak sayangkah kita dengan anggota keluarga kita? Apakah demi harta anggota keluarga dikorbankan?
Atas sangat mungkin menjadi bawah dan begitu juga sebaliknya. Sabar adalah kunci dalam hidup karena jika kita tidak sabar menderita dan kemudian membuat tindak salah, salah siapa? Jangan karena jenuh menderita kemudian kita membuat tindak kriminal. Jangan karena ingin balik modal kemudian kita memfitnah pihak lain.
Rugi jika kita tewas karena kita tidak sabar namun ini bukan karena ingin mengancam. Jika musuh lebih banyak dan kita mengandalkan berani maka apa kita tidak mati konyol? Benarkah kita sangat gagah hingga mampu menaklukkan jutaan manusia seorang diri? Benarkah kita mampu berubah menjadi satria baja hitam karena jika tidak maka apa kita tidak bodoh jika karena itu harus ada lubang peluru bundar di dadanya, senyum bekunya ingin berkata...?
Allah tidak usah menjadi pegangan yang sangat teguh. Jika Lat dan lainnya tidak mampu memberikan baju atau sejenisnya pada saat ada yang telanjang maka apa Allah akan memberikan tower setinggi 150 tingkat dengan tinggi satu tingkat 3 meter, berdiri pada daerah seluas 100 hektar, berbentuk balok tower itu yang menutupi tiap daerah 100 hektar itu yang tiap tingkat mampu menampung hingga 100 milyar triliun ton jika saya minta? Jika tidak apa bedanya dengan Lat, Uzza, atau yang lainnya? Allah juga tidak mampu mengabulkan permintaan khan?
Mata adalah satu penyaring kita. Jika itu tampak maka kita mungkin percaya. Jika tidak maka kita mungkin tidak percaya. Walau mungkin juga mata kita salah, tetap lazimnya seeing is believing..
Pemeluk teguh mungkin berkata, "Kamu belum membuat kebaikan cukup bagaimana Allah memberikan ke kamu?" Namun pernahkah terbersit jika pendukung Lat, Uzza atau yang lainnya berkata yang sama kepada kamu? Apa benar kamu sudah membuat kebaikan yang cukup hingga Lat, Uzza atau yang lainnya layak mengabulkan yang kamu minta? Bagaimana kamu menjawab ini?
Oh, jangan tuturkan bahwa kamu ingin mengandalkan laskar yang besar ingin memaksakan para penganut Lat, Uzza atau yang lainnya tunduk ke kamu. Itu sama saja dengan kamu memaksakan kepercayaan kamu. Ajaran penyembah patung tidak selamanya salah karena apa Muhammad sudi menanggung dosa para pengikutnya yang sudah menyantap satwa tanpa ada maksud menghina pengikut Muhammad?
Kebenaran selalu menjadi yang paling atas tidak peduli betapa kamu tenar atau pun banyak laskar. Selama ada laskar kamu mampu membuat onar. Jika tidak ada laskar maka nanti pihak yang lain yang sangat mungkin membalas. Balas membalas, kapan akan berakhir?
Sodoran berita dan sejarah yang kamu baca belum pasti benar. Sangat mungkin itu direkayasa supaya membuat untung penguasa hingga seakan-akan penguasalah pahlawannya. Kamu harus mampu membedakan yang benar dan yang salah. Jangan kamu dibodohi karena sangat mungkin suatu racun dibuat sedemikian hingga terasa seperti madu.
Akhir tidak menjadi hal yang membuat takut. Jika memang harus berakhir maka berakhirlah. Jika masih harus terus maka teruslah. Tidak perlu kita memaksakan sesuatu dengan cara yang tidak benar.
Ya, itulah kebenaran. Tidak banyak yang mampu dituliskan namun semoga ini berguna. Kebenaran ini semoga lebih mampu membantu hidup kamu.
Akhir kata diucapkan, "Tahi sangat mungkin masih ada manfaat." Itu tergantung cara kita mengolah tahi. Sayangi barang kamu dan usahakan selalu jual barang kamu jika itu bukan ke saudara kamu atau manusia-manusia yang layak karena sbenarnya lebih unggul menjual tahi dan air kencing. Itulah sebabnya dianjurkan juga jangan buang tahi atau air kencing sembarangan, kita harus juga jual tahi dan air kencing kita.
Senin, 20 Mei 2013
Presiden, Benarkah Harus Menjadi Prioritas?
Menjadi Presiden mungkin satu hal yang luar biasa. Banyak manusia yang sangat mungkin ingin menjadi Presiden. Tidak jarang, tim sukses sangat mungkin mengeluarkan banyak biaya kampanye.
Usai menjadi presiden, pastinya kita sangat tidak perlu membuat utama presiden. Mengapa tidak presiden tetap terjebak macet? Mengapa harus presiden jika lewat kemudian mobil atau motor lain dihambat? Apakah presiden bukan manusia hingga kita harus begitu hormatnya ke presiden?
Jika kita ingin jeli maka kita tidak usah membuat presiden menjadi prioritas. Jika presiden lewat maka kita tidak usah berhenti dan membiarkan presiden lewat sebelum kita lewat. Jika presiden ingin lewat maka mengapa tidak presiden menggunakan helikopter saja jika dibandingkan tindak mengganggu manusia lewat? Biar saja presiden terjebak macet, kita tidak usah membuka jalan supaya presiden mampu lewat dahulu.
Usai menjadi presiden, pastinya kita sangat tidak perlu membuat utama presiden. Mengapa tidak presiden tetap terjebak macet? Mengapa harus presiden jika lewat kemudian mobil atau motor lain dihambat? Apakah presiden bukan manusia hingga kita harus begitu hormatnya ke presiden?
Jika kita ingin jeli maka kita tidak usah membuat presiden menjadi prioritas. Jika presiden lewat maka kita tidak usah berhenti dan membiarkan presiden lewat sebelum kita lewat. Jika presiden ingin lewat maka mengapa tidak presiden menggunakan helikopter saja jika dibandingkan tindak mengganggu manusia lewat? Biar saja presiden terjebak macet, kita tidak usah membuka jalan supaya presiden mampu lewat dahulu.
Jumat, 15 Maret 2013
Gila, Prestasi Kerja dan Hak Istimewa
Pernahkah kamu mimpi mendapatkan atau hak khusus yang mungkin saja keduanya kamu dapatkan? Pastinya jika kamu memiliki prestasi kerja bagus, kamu sangat mungkin mendapatkan toleransi dari bos. Staf perusahaan pun kadang mencoba suatu tindak mempertahankan kamu usai kamu menunjukkan kinerja yang mengagumkan.
Ternyata menjadi gila sangat mungkin membuat kamu mendapatkan dua hal itu. Pada saat kamu sudah gila, pihak-pihak yang ada pada sekitar kamu sangat mungkin menjadi sudi membeli barang yang kamu jual. Ini membuat kamu sangat mungkin lebih mudah menjual barang atau jasa kamu. Mudahnya tindak menjual pastinya membuat kamu lebih mudah mendapatkan target omzet.
Pada saat kamu sudah mendapatkan target omzet yang layak, kamu sangat mungkin meminta hak istimewa. Hak istimewa itu sangat mungkin berupa libur namun gaji tetap dibayar. Pastinya manusia yang ada pada sekitar kamu pun sangat mungkin kagum. Pekerjaan pun sangat mungkin datang menghampiri.
Ini membuat jika kamu gila maka kamu tidak perlu kecil hati. Gila ternyata sangat mungkin membawa berkah. Kamu tidak perlu malu jika kamu gila. Yang paling penting yaitu kamu tidak menjadi malas berusaha usai gila. Supaya mampu menghindari dipasung, hindarilah mengamuk.
Ternyata menjadi gila sangat mungkin membuat kamu mendapatkan dua hal itu. Pada saat kamu sudah gila, pihak-pihak yang ada pada sekitar kamu sangat mungkin menjadi sudi membeli barang yang kamu jual. Ini membuat kamu sangat mungkin lebih mudah menjual barang atau jasa kamu. Mudahnya tindak menjual pastinya membuat kamu lebih mudah mendapatkan target omzet.
Pada saat kamu sudah mendapatkan target omzet yang layak, kamu sangat mungkin meminta hak istimewa. Hak istimewa itu sangat mungkin berupa libur namun gaji tetap dibayar. Pastinya manusia yang ada pada sekitar kamu pun sangat mungkin kagum. Pekerjaan pun sangat mungkin datang menghampiri.
Ini membuat jika kamu gila maka kamu tidak perlu kecil hati. Gila ternyata sangat mungkin membawa berkah. Kamu tidak perlu malu jika kamu gila. Yang paling penting yaitu kamu tidak menjadi malas berusaha usai gila. Supaya mampu menghindari dipasung, hindarilah mengamuk.
Senin, 25 Februari 2013
Mencari Cinta pada Saat Mengabdi
Jika kamu jomblo maka mungkin saja kamu merasa sulit mendapatkan pacar jika bekerja. Jam kerja kadang membuat kamu menjadi tidak memiliki opsi mencari jodoh. Mencari jodoh pada saat kerja sangat potensial membuat kamu dipecat.
Jika kamu satu pramuniaga maka satu cara yang mampu kamu buat supaya kamu mampu mencari cinta pada saat mengabdi yaitu dengan mkencapai target aman yang secepat mungkin. Jika kamu sudah mampu mencapai target aman dan supervisor kamu masih marah-marah maka tanyakan saja pertanyaan sederhana seperti, "Pak kasus ini mirip dengan kasus jika Bapak meminta saya membuang sampah pada tempat sampah, saya sudah buang sampah pada tempat sampah masih juga Bapak marah-marah, jadi sebenarnya apa yang Bapak inginkan dari saya?" Seharusnya jika kamu sudah mencapai target aman maka secara hukum pun kamu belum pasti layak dipecat karena target yang diinginkan perusahaan sudah kamu capai hingga kamu tidak perlu terlampau khawatir. Jika pun kamu dipecat pada saat kamu sudah mampu mendapatkan target aman maka sangat mungkin perusahaan akan merasa sayang memecat kamu karena sangat mungkin masih banyak yang belum masuk target alias kemampuan menjual kamu cukup hebat hingga walaupun mencari cinta, kamu masih mampu mendapatkan target.
Satu prinsip yang perlu kamu buat yaitu kewajiban kamu perlu kamu dahulukan sebelum kamu bertindak ngawur. Ini karena jika kamu bertindak ngawur tanpa mendahulukan kewajiban maka kamu sangat mungkin dipecat. Jika kamu bukan karyawan berprestasi maka kamu juga sebaiknya tidak membuat tindak ngawur. Ngawur tanpa prestasi atau pun tanpa membuat dahulu kewajiban kamu sangat mungkin membuat kamu harus mencari pekerjaan baru.
Jika kamu satu pramuniaga maka satu cara yang mampu kamu buat supaya kamu mampu mencari cinta pada saat mengabdi yaitu dengan mkencapai target aman yang secepat mungkin. Jika kamu sudah mampu mencapai target aman dan supervisor kamu masih marah-marah maka tanyakan saja pertanyaan sederhana seperti, "Pak kasus ini mirip dengan kasus jika Bapak meminta saya membuang sampah pada tempat sampah, saya sudah buang sampah pada tempat sampah masih juga Bapak marah-marah, jadi sebenarnya apa yang Bapak inginkan dari saya?" Seharusnya jika kamu sudah mencapai target aman maka secara hukum pun kamu belum pasti layak dipecat karena target yang diinginkan perusahaan sudah kamu capai hingga kamu tidak perlu terlampau khawatir. Jika pun kamu dipecat pada saat kamu sudah mampu mendapatkan target aman maka sangat mungkin perusahaan akan merasa sayang memecat kamu karena sangat mungkin masih banyak yang belum masuk target alias kemampuan menjual kamu cukup hebat hingga walaupun mencari cinta, kamu masih mampu mendapatkan target.
Satu prinsip yang perlu kamu buat yaitu kewajiban kamu perlu kamu dahulukan sebelum kamu bertindak ngawur. Ini karena jika kamu bertindak ngawur tanpa mendahulukan kewajiban maka kamu sangat mungkin dipecat. Jika kamu bukan karyawan berprestasi maka kamu juga sebaiknya tidak membuat tindak ngawur. Ngawur tanpa prestasi atau pun tanpa membuat dahulu kewajiban kamu sangat mungkin membuat kamu harus mencari pekerjaan baru.
Selasa, 19 Februari 2013
Menjadi Gila dan Mendapatkan Penghargaan
Jika kamu sudah gila maka pastinya kamu tidak usah terlampau bersusah hati karena dikhawatirkan kamu menjadi lebih sulit menerima kenyataan hidup. Ini dikhawatirkan mampu membuat kamu lebih menghindar dari realita hidup yang mungkin kadang pahit. Pastinya, dikhawatirkan kesehatan jiwa kamumenjadi lebih terganggu jika kamu tidak mampu menerima kenyataan ini.
Jika kmau ingin jeli maka gila mampu membuat kamu mendapatkan penghargaan. Yang perlu kamu buat yaitu jangan pernah menyerah berusaha dan tetaplah menerima kondisi hidup kamu. Penampikan kondisi sangat mungkin lebih membuat kamu lebih sulit menerima keadaan diri kamu. Lebih parah lagi jika hal ini membuat kamu menjadi lebih mudah mengamuk yang sangat mungkin malah membuat kamu menjadi lebih dipasung.
Usai kamu membaca satu alinea atas, mungkin kamu memikirkan bahwa tidak adil jika manusia gila diganggu maka manusia itu tidak boleh marah. Pastinya kamu merasa bahwa kamu memiliki hak azasi yaitu hak supaya tidak diganggu. Tindak mengganggu yang dibuat oleh anak-anak pastinya membuat kamu merasa layak marah.
Jika kamu tidak mampu menahan emosi maka posisi kamu sangat mungkin menjadi lebih sulit. Pada kondisi begitu, pasung dan rumah sakit jiwa sangat mungkin sulit kamu hindarkan. Mereka berpikir bahwa kamu berbahaya saja tanpa melihat bahwa kamu diganggu yang membuat kamu perlu lebih sabar selama tindak itu tidak membunuh kamu karena jika kamu tidak sabar dan membiarkan mereka melihat sendiri hal yang dibuat oleh pihak lain maka tindak mengamuk sangat mungkin mampu membelengu kamu ke dalam rumah sakit jiwa atau minimal kamu menjadi dipasung.
Jika kmau ingin jeli maka gila mampu membuat kamu mendapatkan penghargaan. Yang perlu kamu buat yaitu jangan pernah menyerah berusaha dan tetaplah menerima kondisi hidup kamu. Penampikan kondisi sangat mungkin lebih membuat kamu lebih sulit menerima keadaan diri kamu. Lebih parah lagi jika hal ini membuat kamu menjadi lebih mudah mengamuk yang sangat mungkin malah membuat kamu menjadi lebih dipasung.
Usai kamu membaca satu alinea atas, mungkin kamu memikirkan bahwa tidak adil jika manusia gila diganggu maka manusia itu tidak boleh marah. Pastinya kamu merasa bahwa kamu memiliki hak azasi yaitu hak supaya tidak diganggu. Tindak mengganggu yang dibuat oleh anak-anak pastinya membuat kamu merasa layak marah.
Jika kamu tidak mampu menahan emosi maka posisi kamu sangat mungkin menjadi lebih sulit. Pada kondisi begitu, pasung dan rumah sakit jiwa sangat mungkin sulit kamu hindarkan. Mereka berpikir bahwa kamu berbahaya saja tanpa melihat bahwa kamu diganggu yang membuat kamu perlu lebih sabar selama tindak itu tidak membunuh kamu karena jika kamu tidak sabar dan membiarkan mereka melihat sendiri hal yang dibuat oleh pihak lain maka tindak mengamuk sangat mungkin mampu membelengu kamu ke dalam rumah sakit jiwa atau minimal kamu menjadi dipasung.
Rabu, 06 Februari 2013
Menjadi Gila sangat Mungkin Menjadi Juara
Gila mungkin satu hal yang banyak diledek oleh pihak lain. Manusia yang gila pun sangat mungkin dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa. Parahnya, jika sudah dianggap gila maka perlakuan tidak layak seperti diganggu sangat mungkin terjadi pada manusia yagn dianggap gila.
Jika diperlakukan secara benar maka sangat mungkin manusia yang gila ini menjadi juara. Menjadi gila dan dikasihani pihak lain sangat mungkin membuat si manusia gila ini berubah menjadi juara. Pendeknya, sangat mungkin manusia gila ini berubah from zero to hero.
Ini sangat mungkin terjadi pada dunia marketing. Dengan menjadi gila, pihak lain menjadi kasihan dengan kamu. Akibatnya, walaupun tidak butuh, sangat mungkin pihak lain membeli. Ini mampu kamu gunakan supaya mampu menaikkan omzet kamu jika kamu tahu cara menggunakan ini.
Jika diperlakukan secara benar maka sangat mungkin manusia yang gila ini menjadi juara. Menjadi gila dan dikasihani pihak lain sangat mungkin membuat si manusia gila ini berubah menjadi juara. Pendeknya, sangat mungkin manusia gila ini berubah from zero to hero.
Ini sangat mungkin terjadi pada dunia marketing. Dengan menjadi gila, pihak lain menjadi kasihan dengan kamu. Akibatnya, walaupun tidak butuh, sangat mungkin pihak lain membeli. Ini mampu kamu gunakan supaya mampu menaikkan omzet kamu jika kamu tahu cara menggunakan ini.
Jumat, 01 Februari 2013
Menyumbang
Menyumbang mungkin satu tindak yang sangat kita hindarkan. Tindak ini dalam banyak kasus sangat membuat rugi. Banyak memberi itu banyak mengeluarkan. Jika kita menyumbang maka yang mungkin terjadi bukan kaya namun miskin yang kita dapatkan.
Dalam beberapa kasus, ternyata menyumbang mampu memberi dampak positif ke kita. Dampak ini benar jika kamu mampu mendapatkan sumber daya yang cukup supaya mampu disumbangkan. Tanpa sumber daya cukup, hampir mampu dipastikan bahwa uang kamu akan menipis. Inilah yang jika tidak diatur dengan benar dan dibiarkan sangat potensial membuat miskin.
Kegunaan pertama dari menyumbang yaitu menyumbang mampu menghambat penjualan kompetitor kamu. Jika kamu menyumbangkan beras maka kompetitor kamu akan mulai sulit menjual beras. Jika ini dibuat dalam daerah yang luas maka pada daerah yang luas kompetitor kamu akan sangat mungkin sulit menjual. Kesulitan menjual ini jika tidak diimbangi dengan mampu ditemukan aliran sumber daya yang baru akan sangat mungkin membuat kompetitor sulit berkembang.
Kegunaan yang pertama ini mampu kamu terapkan pada saat perang. Jika kompetitor sekaligus musuh kamu dalam berperang sulit menjual maka sangat mungkin ia bertarung satu manusia saja alias harus si bos sendiri yang turun tangan menghalau musuh. JIka diterapkan dalam masa perang hingga musuh sulit menjual maka yang terjadi adalah ia akan sulit mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan supaya mampu membayar laskarnya hingga akibatnya hal ini akan membuat laskarnya sulit setia dan sangat mungkin meninggalkannya karena ia tidak mampu membayar gaji. Membayar gaji dengan barang yang mampu dibuatnya yang pada pasaran tidak kamu jual namun kamu memberikannya secara gratis akan sangat mungkin membuat staf si musuh menjadi tidak lebih sudi membeli dari musuh kamu karena dengan adanya pihak yang sudi menyediakan gratis, membayar itu menjadi suatu tindak yang membuang sumber daya.
Masalah sangat mungkin menjadi lebih pelik untuk pihak yang mengalami jika laskar membelot. Jika musuh kamu pergi berperang dengan jumlah laskar 400.000 jiwa dan kamu pergi berperang dengan musuh kamu dengan jumlah laskar 200.000 jiwa maka jika laskar musuh kamu membelot separuhnya maka sangat mungkin jumlah laskar kamu menjadi 400.000 jiwa dan jumlah laskar musuh kamu menjadi 200.000 jiwa hingga suasana menjadi berbalik, bahaya bukan? Jika separuh laskar musuh kamu meninggalkan kamu tanpa membelot maka jumlah laskar kedua pihak menjadi sama yang pastinya ini meminimalkan kemungkinan takluk karena laskar yang membelot. Hal yang sama berlaku juga untuk kamu.
Karena ada masalah pada satu alinea atas, menjaga kesetiaan laskar sangat penting. Tidak setianya laskar yang laskar itu membelot ke musuh membuat musuh menjadi tambah banyak stafnya hingga mampu membuat lebih bahaya. Takluknya musuh kamu oleh kamu akan membuat nasibnya ditentukan oleh kamu jika tidak ada lagi pihak yang cukup kuat yang mencegah kamu membuat tindak yang kamu suka. Jika barangnya tidak laku maka sangat besar peluang barang yang dibuatnya kamu ambil walaupun ini dalam beberapa kasus tidak dianjurkan.
Walaupun mungkin menghadapi musuh yang pelit hingga walaupun banyak uang namun ia tidak sudi membayar laskar, tindak menyumbang ini dalam beberapa kasus mampu menghambatnya mendapatkan sumber daya yang bertambah banyak jika ia menggunakan cara menjual. Ini merupakan suatu tindak cadangan dalam hal musuh kamu terbujuk menjual hartanya supaya mampu menaklukkan kamu. Yang perlu kamu yakinkan yaitu bahwa mutu barang kamu unggul hingga tidak timbul masalah karena konsumen menganggap bahwa barang kamu murah namun murahan hingga ini sangat mungkin menghambat penjualan kamu. Dalam banyak hal, kamu tidak boleh menganggap remeh musuh kamu supaya kamu tidak mengambil tindak yang salah.
Permasalahan yang timbul dari menggunakan cara ini yaitu harus dimilikinya sumber daya lain supaya mampu digunakan pada saat ingin mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan. Tanpa memiliki sumber daya lain, sangat mungkin kamu menjadi sulit. Perlu diketahui bahwa gratisnya barang atau jasa kamu berikan membuat kamu tidak mendapat satu barang atau jasa pun sebagai ganti barang atau jasa yang kamu berikan secara gratis. Ada kemungkinan pihak lain tahu budi dan membalas budi namun jika pun pihak lain tidak tahu budi maka sangat mungkin jika kamu memaksakan maka kamulah yang akan mkenjadi pihak yang salah. Selain itu, makin banyak kamu memberi, makin banyak yang harus kemu sediakan supaya diberikan secara gratis.
Jika kita ingin menyumbang supaya mampu mendapatkan manfaat pertama yang dijelaskan ini maka sangat dianjurkan supaya kita memiliki multiple intelligence atau dengan kata lain, sangat dianjurkan supaya kita mampu membuat lebih jika dibandingkan satu barang, lebih jika dibandingkan satu jasa atau pun kombinasi dari dua hal itu yang ada manfaat besar secara unggul. Ini karena jika salah satu syarat tidak dipenuhi maka kamu sangat mungkin akan sulit menjual jika kamu tidak mengobral barang atau jasa kamu. Konsumen sangat suka barang yang murah dan tersedia secara luas yang membuat jika kita tidak menaikkan mutu maka sangat mungkin kita harus mengorbankan harga. Dengan mampu membuat lebih dari satu barang, jasa atau pun kombinasi keduanya, jika musuh kamu mampu membuat dua barang atau jasa yang ada manfaat besar maka yang perlu kamu buat yaitu memiliki kemampuan yang minimal sama yang jika mungkin lebih unggul jika dibandingkan musuh kamu dan menjual murah tiap barang atau jasa yang mampu dibuat oleh musuh kamu dan mencari sumber daya dari barang atau jasa yang tidak mampu dibuat oleh musuh kamu. Hal yang musuh kamu mampu buat tanpa dibantu oleh phak lain semampu mungkin harus mampu kamu buat namun usahakan tidak sebaliknya.
Penjelasan dari satu alinea atas ini sederhana yaitu dengan menyumbangkan tiap barang, jasa atau pun kombinasinya pada daerah yang luas yang minimal pada tiap daerah tempat musuh kamu menjual barang atau jasanya akan sangat mungkin menghambat aktivitas menjual dari musuh kamu. Ada yang membuat opini bahwa jika kamu sudah menetapkan harga maka kompetitor kamu akan sangat mungkin bereaksi terhadap harga yang kamu tetapkan pada batas-batas tertentu. Pastinya, salah pun opini ini, sangat mungkin penjualan musuh kamu akan sangat mungkin menjadi lebih tersendat. Jika ini berlangsung lama maka sangat mungkin kejadian musuh kamu harus bertarung satu manusia saja terjadi.
Contoh yang mampu kita lihat yaitu pada pertarungan Belanda versus Indonesia pada masa penjajahan dahulu. Jika kita ingin jeli maka kita mampu temukan bahwa harga jual Universitas Indonesia atau notabene kubu Soekarno-Hatta lebih murah yang membuat Belanda akhirnya harus takluk. Jika Belanda mampu mendapatkan sumber daya yang cukup maka niscaya yang terjadi Indonesia tidak merdeka. Karena tidak mampu mendapatkan sumber daya yang cukup maka sudi atau pun tidak sudi, Belanda harus pergi dari Indonesia atau pun minimal menghentikan tindak penjajahan.
Kegunaan kedua dari menyumbang yaitu pihak yang mendapatkan sumbangan kamu sangat mungkin menjadi lebih permisif. Hal-hal yang lazimnya tidak boleh kamu buat jika kamu tidak menyumbang menjadi lebih mungkin diizinkan oleh si penerima sumbangan jika kamu menyumbang walau ini tidak terjadi tiap saat. Ini terjadi karena pihak yang disumbang sangat mungkin ingin mempertahankan supaya kamu tetap menyumbang.
Pada beberapa kasus, sangat mungkin jika kamu meminta uang dari pihak yang menerima sumbangan dari kamu maka uang sangat mungkin kamu dapatkan walaupun jumlahnya sesuai dengan keinginan yang memberi saja dan belum pasti sama dengan jumlah yang kamu pinta. Ini karena mereka memberikan ala kadarnya saja. Kamu sangat tidak boleh memaksakan pihak yang disumbang hingga membuat tindak menyumbang sebagai kompensasi kamu sudah menyumbang karena ini akan membuat kamu menjadi pihak yang salah. Inilah yang akan menjadi masalah karena jika kamu tidak pintar mengatur hal ini maka sangat mungkin kamu akan mendapatkan kesulitan pada masa datang.
Kesimpulannya, walau kegunaan dari menyumbang ini tidak dituliskan secara lebih lengkap, ternyata hal yang membuat rugi mampu juga membuat kita mendapatkan untung namun kita harus bijaksana dalam mengatur tindak menyumbang ini supaya tidak menjadi bumerang yang akan menghancurkan diri kita sendiri. Yang perlu kita miliki yaitu pengetahuan tentang hal yang membuat rugi itu. Jika kita memiliki pengetahuan yang lengkap maka kita menjadi tahu hal-hal yang harus kita buat pada saat kita dihadapkan pada pilihan yang sulit dan membuat rugi itu.
Dalam beberapa kasus, ternyata menyumbang mampu memberi dampak positif ke kita. Dampak ini benar jika kamu mampu mendapatkan sumber daya yang cukup supaya mampu disumbangkan. Tanpa sumber daya cukup, hampir mampu dipastikan bahwa uang kamu akan menipis. Inilah yang jika tidak diatur dengan benar dan dibiarkan sangat potensial membuat miskin.
Kegunaan pertama dari menyumbang yaitu menyumbang mampu menghambat penjualan kompetitor kamu. Jika kamu menyumbangkan beras maka kompetitor kamu akan mulai sulit menjual beras. Jika ini dibuat dalam daerah yang luas maka pada daerah yang luas kompetitor kamu akan sangat mungkin sulit menjual. Kesulitan menjual ini jika tidak diimbangi dengan mampu ditemukan aliran sumber daya yang baru akan sangat mungkin membuat kompetitor sulit berkembang.
Kegunaan yang pertama ini mampu kamu terapkan pada saat perang. Jika kompetitor sekaligus musuh kamu dalam berperang sulit menjual maka sangat mungkin ia bertarung satu manusia saja alias harus si bos sendiri yang turun tangan menghalau musuh. JIka diterapkan dalam masa perang hingga musuh sulit menjual maka yang terjadi adalah ia akan sulit mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan supaya mampu membayar laskarnya hingga akibatnya hal ini akan membuat laskarnya sulit setia dan sangat mungkin meninggalkannya karena ia tidak mampu membayar gaji. Membayar gaji dengan barang yang mampu dibuatnya yang pada pasaran tidak kamu jual namun kamu memberikannya secara gratis akan sangat mungkin membuat staf si musuh menjadi tidak lebih sudi membeli dari musuh kamu karena dengan adanya pihak yang sudi menyediakan gratis, membayar itu menjadi suatu tindak yang membuang sumber daya.
Masalah sangat mungkin menjadi lebih pelik untuk pihak yang mengalami jika laskar membelot. Jika musuh kamu pergi berperang dengan jumlah laskar 400.000 jiwa dan kamu pergi berperang dengan musuh kamu dengan jumlah laskar 200.000 jiwa maka jika laskar musuh kamu membelot separuhnya maka sangat mungkin jumlah laskar kamu menjadi 400.000 jiwa dan jumlah laskar musuh kamu menjadi 200.000 jiwa hingga suasana menjadi berbalik, bahaya bukan? Jika separuh laskar musuh kamu meninggalkan kamu tanpa membelot maka jumlah laskar kedua pihak menjadi sama yang pastinya ini meminimalkan kemungkinan takluk karena laskar yang membelot. Hal yang sama berlaku juga untuk kamu.
Karena ada masalah pada satu alinea atas, menjaga kesetiaan laskar sangat penting. Tidak setianya laskar yang laskar itu membelot ke musuh membuat musuh menjadi tambah banyak stafnya hingga mampu membuat lebih bahaya. Takluknya musuh kamu oleh kamu akan membuat nasibnya ditentukan oleh kamu jika tidak ada lagi pihak yang cukup kuat yang mencegah kamu membuat tindak yang kamu suka. Jika barangnya tidak laku maka sangat besar peluang barang yang dibuatnya kamu ambil walaupun ini dalam beberapa kasus tidak dianjurkan.
Walaupun mungkin menghadapi musuh yang pelit hingga walaupun banyak uang namun ia tidak sudi membayar laskar, tindak menyumbang ini dalam beberapa kasus mampu menghambatnya mendapatkan sumber daya yang bertambah banyak jika ia menggunakan cara menjual. Ini merupakan suatu tindak cadangan dalam hal musuh kamu terbujuk menjual hartanya supaya mampu menaklukkan kamu. Yang perlu kamu yakinkan yaitu bahwa mutu barang kamu unggul hingga tidak timbul masalah karena konsumen menganggap bahwa barang kamu murah namun murahan hingga ini sangat mungkin menghambat penjualan kamu. Dalam banyak hal, kamu tidak boleh menganggap remeh musuh kamu supaya kamu tidak mengambil tindak yang salah.
Permasalahan yang timbul dari menggunakan cara ini yaitu harus dimilikinya sumber daya lain supaya mampu digunakan pada saat ingin mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan. Tanpa memiliki sumber daya lain, sangat mungkin kamu menjadi sulit. Perlu diketahui bahwa gratisnya barang atau jasa kamu berikan membuat kamu tidak mendapat satu barang atau jasa pun sebagai ganti barang atau jasa yang kamu berikan secara gratis. Ada kemungkinan pihak lain tahu budi dan membalas budi namun jika pun pihak lain tidak tahu budi maka sangat mungkin jika kamu memaksakan maka kamulah yang akan mkenjadi pihak yang salah. Selain itu, makin banyak kamu memberi, makin banyak yang harus kemu sediakan supaya diberikan secara gratis.
Jika kita ingin menyumbang supaya mampu mendapatkan manfaat pertama yang dijelaskan ini maka sangat dianjurkan supaya kita memiliki multiple intelligence atau dengan kata lain, sangat dianjurkan supaya kita mampu membuat lebih jika dibandingkan satu barang, lebih jika dibandingkan satu jasa atau pun kombinasi dari dua hal itu yang ada manfaat besar secara unggul. Ini karena jika salah satu syarat tidak dipenuhi maka kamu sangat mungkin akan sulit menjual jika kamu tidak mengobral barang atau jasa kamu. Konsumen sangat suka barang yang murah dan tersedia secara luas yang membuat jika kita tidak menaikkan mutu maka sangat mungkin kita harus mengorbankan harga. Dengan mampu membuat lebih dari satu barang, jasa atau pun kombinasi keduanya, jika musuh kamu mampu membuat dua barang atau jasa yang ada manfaat besar maka yang perlu kamu buat yaitu memiliki kemampuan yang minimal sama yang jika mungkin lebih unggul jika dibandingkan musuh kamu dan menjual murah tiap barang atau jasa yang mampu dibuat oleh musuh kamu dan mencari sumber daya dari barang atau jasa yang tidak mampu dibuat oleh musuh kamu. Hal yang musuh kamu mampu buat tanpa dibantu oleh phak lain semampu mungkin harus mampu kamu buat namun usahakan tidak sebaliknya.
Penjelasan dari satu alinea atas ini sederhana yaitu dengan menyumbangkan tiap barang, jasa atau pun kombinasinya pada daerah yang luas yang minimal pada tiap daerah tempat musuh kamu menjual barang atau jasanya akan sangat mungkin menghambat aktivitas menjual dari musuh kamu. Ada yang membuat opini bahwa jika kamu sudah menetapkan harga maka kompetitor kamu akan sangat mungkin bereaksi terhadap harga yang kamu tetapkan pada batas-batas tertentu. Pastinya, salah pun opini ini, sangat mungkin penjualan musuh kamu akan sangat mungkin menjadi lebih tersendat. Jika ini berlangsung lama maka sangat mungkin kejadian musuh kamu harus bertarung satu manusia saja terjadi.
Contoh yang mampu kita lihat yaitu pada pertarungan Belanda versus Indonesia pada masa penjajahan dahulu. Jika kita ingin jeli maka kita mampu temukan bahwa harga jual Universitas Indonesia atau notabene kubu Soekarno-Hatta lebih murah yang membuat Belanda akhirnya harus takluk. Jika Belanda mampu mendapatkan sumber daya yang cukup maka niscaya yang terjadi Indonesia tidak merdeka. Karena tidak mampu mendapatkan sumber daya yang cukup maka sudi atau pun tidak sudi, Belanda harus pergi dari Indonesia atau pun minimal menghentikan tindak penjajahan.
Kegunaan kedua dari menyumbang yaitu pihak yang mendapatkan sumbangan kamu sangat mungkin menjadi lebih permisif. Hal-hal yang lazimnya tidak boleh kamu buat jika kamu tidak menyumbang menjadi lebih mungkin diizinkan oleh si penerima sumbangan jika kamu menyumbang walau ini tidak terjadi tiap saat. Ini terjadi karena pihak yang disumbang sangat mungkin ingin mempertahankan supaya kamu tetap menyumbang.
Pada beberapa kasus, sangat mungkin jika kamu meminta uang dari pihak yang menerima sumbangan dari kamu maka uang sangat mungkin kamu dapatkan walaupun jumlahnya sesuai dengan keinginan yang memberi saja dan belum pasti sama dengan jumlah yang kamu pinta. Ini karena mereka memberikan ala kadarnya saja. Kamu sangat tidak boleh memaksakan pihak yang disumbang hingga membuat tindak menyumbang sebagai kompensasi kamu sudah menyumbang karena ini akan membuat kamu menjadi pihak yang salah. Inilah yang akan menjadi masalah karena jika kamu tidak pintar mengatur hal ini maka sangat mungkin kamu akan mendapatkan kesulitan pada masa datang.
Kesimpulannya, walau kegunaan dari menyumbang ini tidak dituliskan secara lebih lengkap, ternyata hal yang membuat rugi mampu juga membuat kita mendapatkan untung namun kita harus bijaksana dalam mengatur tindak menyumbang ini supaya tidak menjadi bumerang yang akan menghancurkan diri kita sendiri. Yang perlu kita miliki yaitu pengetahuan tentang hal yang membuat rugi itu. Jika kita memiliki pengetahuan yang lengkap maka kita menjadi tahu hal-hal yang harus kita buat pada saat kita dihadapkan pada pilihan yang sulit dan membuat rugi itu.
Minggu, 07 Agustus 2011
Polisi sudah Mulai Tidak Lagi Memiliki
Seiring dengan mulai dihidupkannya kembali Kesultanan Kutai, tampaknya pada Ibukota kekuatan Republik Indonesia (RI) mulai mampu kita ragukan. Hal inilah yang mungkin membuat daerah mulai berani menghidupkan sistem feodal walau pun Susilo Bambang Yudhoyono sedang hendak menghapuskan hak istimewa Yogyakarta. Sistem Monarkhi yang pada dalam Republik yang dianggap kurang tepat tampaknya harus menghadapi masalah baru dengan dihidupkannya lagi Kesultanan Kutai.
Kurangnya kekuatan polisi mungkin mampu dilihat tidak hanya pada jalan-jalan kecil. Pada jalan sekaliber Jl. Jendral Sudirman Jakarta pun kadang polisi tidak mampu menerapkan peraturan lalu lintas yang mungkin polisi berlagak tidak ada pada saat ada pelanggaran jika tidak karena ditipu supaya pergi. Pada jalan-jalan besar pun seperti umpama pada daerah mampang prapatan, pelanggaran lalu lintas seakan tidak lagi mampu dibendung polisi. Pada saat itu polisi sudah tidak ada atau sengaja tidak ada karena perbandingan kekuatan yang tidak seimbang.
Jika nanti polisi menjadi makin tidak lagi mampu mengendalikan kondisi maka dikhawatirkan nanti mungkin saja makin banyak daerah yang hendak menghidupkan lagi kehidupan feodal. Dikhawatirkan nanti Indonesia menjadi negara federal seperti Malaysia. Nanti mungkin ada raja-raja kecil jika nanti pusat makin tidak lagi mampu mengendalikan kondisi.
Jika perpecahan ini makin menjadi-jadi maka akankah Indonesia berubah menjadi negara-negara kecil atau mungkin nanti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi ibarat Pu Yi yang hanya menjadi kaisar boneka? Mungkinkah nanti SBY menjadi presiden boneka saja? Mungkinkah nanti ada pihak lain selain Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang memiliki hak veto yang mampu membatalkan hukum yang dibuat oleh MPR atau pun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)?
Kurangnya kekuatan polisi mungkin mampu dilihat tidak hanya pada jalan-jalan kecil. Pada jalan sekaliber Jl. Jendral Sudirman Jakarta pun kadang polisi tidak mampu menerapkan peraturan lalu lintas yang mungkin polisi berlagak tidak ada pada saat ada pelanggaran jika tidak karena ditipu supaya pergi. Pada jalan-jalan besar pun seperti umpama pada daerah mampang prapatan, pelanggaran lalu lintas seakan tidak lagi mampu dibendung polisi. Pada saat itu polisi sudah tidak ada atau sengaja tidak ada karena perbandingan kekuatan yang tidak seimbang.
Jika nanti polisi menjadi makin tidak lagi mampu mengendalikan kondisi maka dikhawatirkan nanti mungkin saja makin banyak daerah yang hendak menghidupkan lagi kehidupan feodal. Dikhawatirkan nanti Indonesia menjadi negara federal seperti Malaysia. Nanti mungkin ada raja-raja kecil jika nanti pusat makin tidak lagi mampu mengendalikan kondisi.
Jika perpecahan ini makin menjadi-jadi maka akankah Indonesia berubah menjadi negara-negara kecil atau mungkin nanti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi ibarat Pu Yi yang hanya menjadi kaisar boneka? Mungkinkah nanti SBY menjadi presiden boneka saja? Mungkinkah nanti ada pihak lain selain Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang memiliki hak veto yang mampu membatalkan hukum yang dibuat oleh MPR atau pun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)?
Sabtu, 06 Agustus 2011
Akankah Terjadi Pirate SunSet?
Saat ini jika kita hendak cermat mungkin Republik Indonesia mampu kita tuliskan mengalami kemunduran. Hal ini tampak lewat usaha Susilo Bambang Yudhoyono memilih gubernur Yogyakarta secara pilkada saat ini malah menghadapi bangkitnya Kesultanan Kutai. Walau tidak secara terang-terangan mengumumkan pelepasan diri dari negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tampaknya ini mungkin mampu dituliskan suatu tahap mundur karena daerah mulai berani lagi menghidupkan sistem feodal yang sudah lama digantikan sistem republik.
Sebenarnya, jika kita hendak jujur maka mungkin lebih unggul jika pada saat kita diminta supaya menjadi patriot, walaupun kita tidak melepaskan diri maka kita menanyakan, "Wanne piro?" Ini karena kita tidak mungkin menjaga negara jika perut kita tidak kenyang. Kita tidak mungkin menjaga negara jika kita tidak makmur dahulu. Kita tidak mungkin menjaga negara Republik Indonesia (RI) jika negara tidak membayar kita US$ 10000 juta milyar triliun/detik.
Jika pun kita hendak menjaga negara RI dengan dibayar murah maka apa untung membuat hal itu untuk kita? Tidakkah nantinya jika RI sudah banyak yang membela mungkin saja nanti nasib kita mirip para veteran yang ibarat habis manis sepah dibuang dengan diusir begitu saja? Kita pastinya tahu bagaimana nasib para janda yang saat itu hendak membeli milik negara namun hendak ditangkap. Membeli salahkah?
Jika kita menjadi miskin karena kita menjadi tidak mampu mendapatkan uang cukup akibat kita tidak mengabdi RI maka so what gitu lho? Mengapa harus kita yang menjadi lilin dan mengorbankan diri kita? Mengapa tidak manusia lain yang mengorbankan dirinya untuk kita? Mengapa negara tidak dibuat butuh saja dengan kita tidak bayar pajak jika dibandingkan kita membela negara?
Jika kita mengatakan bahwa jika kita tidak sudi mengabdi RI maka jika kita melihat fakta bahwa Kesultanan Kutai hendak dihidupkan lagi maka kita mampu mengambil kesimpulan bahwa RI sudah makin lemah dan mungkin akan semakin butuh laskar. Arogansi RI tidak menjual murah bahan bakar minyak (BBM) sudah mulai tampak dari mulainya daerah mencoba tindak menghidupkan lagi sistem feodal. Ini artinya jika RI makin tidak sudi jual murah dan tidak mampu mendapatkan sumber daya cukup ditambah banyaknya hutang yang hingga 1900 triliun mungkin membuat RI menjadi kurang ada daya. Mampukah RI pada masa datang memadamkan pemberontakan?
Sebenarnya, jika kita hendak jujur maka mungkin lebih unggul jika pada saat kita diminta supaya menjadi patriot, walaupun kita tidak melepaskan diri maka kita menanyakan, "Wanne piro?" Ini karena kita tidak mungkin menjaga negara jika perut kita tidak kenyang. Kita tidak mungkin menjaga negara jika kita tidak makmur dahulu. Kita tidak mungkin menjaga negara Republik Indonesia (RI) jika negara tidak membayar kita US$ 10000 juta milyar triliun/detik.
Jika pun kita hendak menjaga negara RI dengan dibayar murah maka apa untung membuat hal itu untuk kita? Tidakkah nantinya jika RI sudah banyak yang membela mungkin saja nanti nasib kita mirip para veteran yang ibarat habis manis sepah dibuang dengan diusir begitu saja? Kita pastinya tahu bagaimana nasib para janda yang saat itu hendak membeli milik negara namun hendak ditangkap. Membeli salahkah?
Jika kita menjadi miskin karena kita menjadi tidak mampu mendapatkan uang cukup akibat kita tidak mengabdi RI maka so what gitu lho? Mengapa harus kita yang menjadi lilin dan mengorbankan diri kita? Mengapa tidak manusia lain yang mengorbankan dirinya untuk kita? Mengapa negara tidak dibuat butuh saja dengan kita tidak bayar pajak jika dibandingkan kita membela negara?
Jika kita mengatakan bahwa jika kita tidak sudi mengabdi RI maka jika kita melihat fakta bahwa Kesultanan Kutai hendak dihidupkan lagi maka kita mampu mengambil kesimpulan bahwa RI sudah makin lemah dan mungkin akan semakin butuh laskar. Arogansi RI tidak menjual murah bahan bakar minyak (BBM) sudah mulai tampak dari mulainya daerah mencoba tindak menghidupkan lagi sistem feodal. Ini artinya jika RI makin tidak sudi jual murah dan tidak mampu mendapatkan sumber daya cukup ditambah banyaknya hutang yang hingga 1900 triliun mungkin membuat RI menjadi kurang ada daya. Mampukah RI pada masa datang memadamkan pemberontakan?
Jumat, 10 September 2010
Untung Rugi Menyumbang dan Bela Negara
Pernah dengar kata-kata dari John. F. Kennedy yang mengucapkan tentang kurang lebih, "Jangan tanyakan apa yang negara berikan padamu namun tanyakan apa yang kamu berikan pada negara"? Pernahkah kamu membuat motto ini? Pernahkah kamu menanyakan tentang untungkah saya jika saya membuat hal ini?
Butuh kamu pikirkan bahwa kata-kata John. F. Kennedy tidak usah banyak kita praktikkan. Mempraktikkan kata-kata John. F. Kennedy pastinya mampu membuat kita rugi saja. Kita mungkin menjadi repot nasi jika kita benar-benar mempraktikkan kata-kata itu.
Jika ada yang mengucapkan bahwa menyumbang satu ribu atau dua ribu tidak membuat kamu bangkrut maka hal itu butuh kamu pikir ulang. Hal ini karena walau hal itu tidak membuat kamu bangkrut namun uang yang hendak kamu sumbangkan jika kamu batal menyumbangkannya maka kamu mungkin mampu menggunakan uang itu supaya membeli barang lain. Jika kamu batal menyumbang Rp. 1000,00 maka kamu jadi mampu menggunakan uang itu supaya membeli es mambo atau pun air minum umpamanya. Jika kamu benar-benar menyumbang Rp. 1000,00 maka jika kamu usai itu benar-benar haus maka kamu pastinya harus menahan haus itu karena belum pasti ada manusia lain yang memberi kamu minum.
Ibarat menyumbang itu, kamu pun tidak usah ikut dalam usaha negara memperkuat Tentara Nasional Indonesia karena itu tidak ada manfaat untuk kamu. Walaupun tampaknya hal itu dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, tidak ada informasi lengkap tentang bagian kamu tiap jika negara untung Rp. 1,00. Walaupun itu tampak membela kepentingan kamu karena jika ada TNI jadi lebih mampu menangkis saat digempur tentara asing, tidak ada informasi jelas jika negara untung banyak uang yang kamu tiap negara mendapatkan untung Rp. 1,00. Kondisi menakutkan karena ada penjajah sudah lewat jadi tidak lagi kondisi separah yang kita dapat pada saat perjuangan menaklukkan penjajah hingga kita butuh tahu uang atau bagian kita tiap negara untung Rp. 1,00.
Satu hal kecil yang mungkin kamu hindarkan lagi jika kamu sudah tidak mendukung TNI dengan membayar pajak yaitu kamu tidak usah ikut dalam siskamling. Mirip jika dibanding tindak membantu TNI memperkuat TNI, tidak ada informasi lengkap tentang bagian kamu tiap jika negara untung Rp. 1,00. Mirip jika dibanding tidak ada untung pada saat membayar pajak, tidak ada informasi lengkap tentang bagian kamu tiap jika negara untung Rp. 1,00. Rugi jika kita ikut siskamling.
Jika ada yang membujuk kamu tentang hal yang membuat kamu tidak meniru masyarakat yang dulu menyumbangkan hartanya supaya membantu TNI maka kamu mampu menjawab, "Ini bukan masa kuda gigit besi lagi bung, ini masa modern, biar saja para manusia masa lampau bodoh karena sudi begitu, nasionalisme saya timbul jika saya menjadi kaya." Ini butuh kamu buat supaya kamu tidak menjadi sapi perah TNI. Ini supaya kamu tidak diambil habis-habisan tenaga kamu. Ini supaya kamu lebih mampu mendapatkan uang lebih karena jika kamu tidak menuntut supaya digaji maka saya khawatir kamu benar-benar tidak mendapatkan satu hal pun.
Walau tiap hal diucapkan oleh para pemimpin negara, kondisi kita kayalah yang pastinya lebih menimbulkan nasionalisme. Nasionalisme tidak membuat kita kaya khan jika tidak ada yang menyumbang ke kita? Nasionalisme tidak membuat kita kenyang khan jika tidak ada yang memberi kita makan? Nasionalisme tidak membuat dahaga kita hilang khan jika tidak ada yang memberi kita air?
Butuh kamu pikirkan bahwa kata-kata John. F. Kennedy tidak usah banyak kita praktikkan. Mempraktikkan kata-kata John. F. Kennedy pastinya mampu membuat kita rugi saja. Kita mungkin menjadi repot nasi jika kita benar-benar mempraktikkan kata-kata itu.
Jika ada yang mengucapkan bahwa menyumbang satu ribu atau dua ribu tidak membuat kamu bangkrut maka hal itu butuh kamu pikir ulang. Hal ini karena walau hal itu tidak membuat kamu bangkrut namun uang yang hendak kamu sumbangkan jika kamu batal menyumbangkannya maka kamu mungkin mampu menggunakan uang itu supaya membeli barang lain. Jika kamu batal menyumbang Rp. 1000,00 maka kamu jadi mampu menggunakan uang itu supaya membeli es mambo atau pun air minum umpamanya. Jika kamu benar-benar menyumbang Rp. 1000,00 maka jika kamu usai itu benar-benar haus maka kamu pastinya harus menahan haus itu karena belum pasti ada manusia lain yang memberi kamu minum.
Ibarat menyumbang itu, kamu pun tidak usah ikut dalam usaha negara memperkuat Tentara Nasional Indonesia karena itu tidak ada manfaat untuk kamu. Walaupun tampaknya hal itu dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, tidak ada informasi lengkap tentang bagian kamu tiap jika negara untung Rp. 1,00. Walaupun itu tampak membela kepentingan kamu karena jika ada TNI jadi lebih mampu menangkis saat digempur tentara asing, tidak ada informasi jelas jika negara untung banyak uang yang kamu tiap negara mendapatkan untung Rp. 1,00. Kondisi menakutkan karena ada penjajah sudah lewat jadi tidak lagi kondisi separah yang kita dapat pada saat perjuangan menaklukkan penjajah hingga kita butuh tahu uang atau bagian kita tiap negara untung Rp. 1,00.
Satu hal kecil yang mungkin kamu hindarkan lagi jika kamu sudah tidak mendukung TNI dengan membayar pajak yaitu kamu tidak usah ikut dalam siskamling. Mirip jika dibanding tindak membantu TNI memperkuat TNI, tidak ada informasi lengkap tentang bagian kamu tiap jika negara untung Rp. 1,00. Mirip jika dibanding tidak ada untung pada saat membayar pajak, tidak ada informasi lengkap tentang bagian kamu tiap jika negara untung Rp. 1,00. Rugi jika kita ikut siskamling.
Jika ada yang membujuk kamu tentang hal yang membuat kamu tidak meniru masyarakat yang dulu menyumbangkan hartanya supaya membantu TNI maka kamu mampu menjawab, "Ini bukan masa kuda gigit besi lagi bung, ini masa modern, biar saja para manusia masa lampau bodoh karena sudi begitu, nasionalisme saya timbul jika saya menjadi kaya." Ini butuh kamu buat supaya kamu tidak menjadi sapi perah TNI. Ini supaya kamu tidak diambil habis-habisan tenaga kamu. Ini supaya kamu lebih mampu mendapatkan uang lebih karena jika kamu tidak menuntut supaya digaji maka saya khawatir kamu benar-benar tidak mendapatkan satu hal pun.
Walau tiap hal diucapkan oleh para pemimpin negara, kondisi kita kayalah yang pastinya lebih menimbulkan nasionalisme. Nasionalisme tidak membuat kita kaya khan jika tidak ada yang menyumbang ke kita? Nasionalisme tidak membuat kita kenyang khan jika tidak ada yang memberi kita makan? Nasionalisme tidak membuat dahaga kita hilang khan jika tidak ada yang memberi kita air?
Rabu, 08 September 2010
Pajak, Butuhkah Kita Bayar Pajak?
Banyak mungkin warga negara pikir bahwa bayar pajak sama jika dibandingkan hal wajib yang wajib dibuat oleh tiap warga negara. Motto-motto tentang pajak pada televisi atau pun spanduk membujuk para warga negara supaya membayar pajak. Masyarakat pun merasa bahwa membayar pajaklah satu tindak yang benar.
Jika kita hendak cermat maka kita tidak wajib bayar pajak. Banyak cara supaya kita mampu mendapatkan rongga supaya kita tidak wajib bayar pajak. Banyak dalih yang mungkin kita gunakan supaya tidak membayar pajak.
Supaya tidak ada lagi manusia lain yang terjebak harus membayar pajak, mungkin cukup bijak jika kita tidak menjawab tentang hal itu pada saat kita mendapat tes PPKN atau yang sejenis. Pada saat ada soal tentang pajak, pastikan kita menjawab bahwa kita tidak wajib bayar pajak. Pada saat kita menjawab tentang tarif pajak mungkin kita butuh mengcross jari kita supaya kita tidak disuruh supaya membayar pajak. Jawab juga hal lain yang inti jawab itu yaitu bahwa kamu tidak usah bayar pajak.
Pajak tampak membuat untung namun pada kondisi yang benar membayar pajak sangat tidak membuat untung. Pada saat negara mendapatkan untung, belum saya temukan hingga saat ini kuantitas rupiah yang warga negara dapatkan tiap pada saat negara mendapatkan Rp. 1,00. Pastinya jika itu dianggap kita menaruh modal pada negara, kita butuh tahu prosentasi saham kita mirip konsep saham pada PT, CV atau yang sejenis. Tanpa itu, jika kita lihat maka jika kita menggunakan tol harus bayar, kita tidak usah membuat manusia lain ada modal usaha yang jika untung belum pasti kita mendapatkan satu atau lebih hal dari andil kita itu.
Jika ada yang menyatakan bahwa negara itu tidak sama jika dibandingkan PT, CV, atau pun unit usaha sejenis maka yang butuh kita tuturkan yaitu samakan saja konsepnya yang jika tidak carilah uang menggunakan usaha negara tanpa membuat susah banyak manusia. Tidak usah kita pikirkan negara belum untung karena PT Telkom atau unit-unit usaha negara mungkin mampu mendapatkan untung yang cukup tinggi yang belum jelas kuantitas untung yang didapatkan oleh warga negara. Tidak usah kita sudi diwajibkan bayar utang negara namun pada saat untung digunakan supaya membayar gaji yang aduhai tingginya. Belum lagi saat ini hendak dibuat gedung-gedung yang fasilitas gedung itu tidak membuat manusia lain memikirkan bahwa itu gedung tempat wakil rakyat menampung aspirasi tidak sama jika dibandingkan pusat belanja atau pun pusat tempat menghibur yang tidak mendukung tindak wakil rakyat menampung aspirasi rakyat.
Jika negara tetap ngotot membayar gaji yang begitu tinggi maka apa yang membuat kita harus turut menanggung prilaku boros negara ditambah hutang-hutang yang timbul akibat prilaku boros itu? Jika uang itu keluar dari kantong para pengurus negara atau yang mengaku bahwa negara itu miliknya maka pastinya kita tidak usah menghiraukan selama kita tidak mendapatkan dampak yang membuat rugi secara tidak sah. Soal yang timbul yaitu negara lewat para aparaturnya menggunakan uang rakyat dari pajak ditambah rakyat disuruh supaya menanggung hutang negara. Jika tim ekonomi tidak dibuat maksimal hingga uang yang masuk banyak namun uang yang keluar makin minmal maka apa manfaat tim ekonomi lebih lagi jika digaji super tinggi?
Walaupun ada manusia yang menyatakan bahwa tanpa pajak negara tidak mampu membuat infrastruktur atau yang sejenis, apa yang membuat kita harus menghiraukan hal itu? Apa itu tidak mirip derita negara jika negara tidak mampu membuat infrastruktur yang ada? Jika tidak mampu membuat infrastruktur maka ya tidak usah usaha, apa yang membuat kita harus disusahkan oleh negara ditambah harus membuat negara ada modal? Pastinya, kita tidak usah memikirkan derita negara tanpa kita mendapatkan untung yang cukup dari negara.
Kita tidak butuh banyak menghiraukan negara RI, RI tidak membuat kita mendapatkan untung yang cukup. Harga pun yang seharusnya mampu dibuat oleh RI lebih murah minimal yang hasil bumi yang katanya supaya rakyat makmur masih tampak tidak dibuat supaya rakyat makmur mampu dibuat hingga kita tidak mendapatkan untung cukup dari RI. RI cenderung tampak kurang memikirkan rakyat.
Jika negara membuat motto bahwa mobil mewah tidak menggunakan premium maka apa yang membuat pom bensin sudah bagus kok masih mendapatkan hak eksklusif mendapatkan hak hasil bumi? Dalam undang-undang dasar 45 khan itu supaya rakyat makmur yang walau saya belum membaca updatenya, apa ada yang membuat update yang membuat rugi rakyat? Jika tidak ada yang membuat update yang membuat rugi rakyat maka seharusnya sesuai amanat UUD'45, rakyat harus dibuat makmur khan?
Fakta yang tampak mungkin belum 100% begitu karena membeli premium jika saya benar dibataskan. Uang pajak digunakan oleh yang kurang ada tanggung jawab hendak membuat gedung yang belum pasti manfaat gedung itu karena banyak fasilitas yang tidak dibutuhkan yang ada. Jika begini maka apa masih layak pajak itu?
Jika kita hendak cermat maka kita tidak wajib bayar pajak. Banyak cara supaya kita mampu mendapatkan rongga supaya kita tidak wajib bayar pajak. Banyak dalih yang mungkin kita gunakan supaya tidak membayar pajak.
Supaya tidak ada lagi manusia lain yang terjebak harus membayar pajak, mungkin cukup bijak jika kita tidak menjawab tentang hal itu pada saat kita mendapat tes PPKN atau yang sejenis. Pada saat ada soal tentang pajak, pastikan kita menjawab bahwa kita tidak wajib bayar pajak. Pada saat kita menjawab tentang tarif pajak mungkin kita butuh mengcross jari kita supaya kita tidak disuruh supaya membayar pajak. Jawab juga hal lain yang inti jawab itu yaitu bahwa kamu tidak usah bayar pajak.
Pajak tampak membuat untung namun pada kondisi yang benar membayar pajak sangat tidak membuat untung. Pada saat negara mendapatkan untung, belum saya temukan hingga saat ini kuantitas rupiah yang warga negara dapatkan tiap pada saat negara mendapatkan Rp. 1,00. Pastinya jika itu dianggap kita menaruh modal pada negara, kita butuh tahu prosentasi saham kita mirip konsep saham pada PT, CV atau yang sejenis. Tanpa itu, jika kita lihat maka jika kita menggunakan tol harus bayar, kita tidak usah membuat manusia lain ada modal usaha yang jika untung belum pasti kita mendapatkan satu atau lebih hal dari andil kita itu.
Jika ada yang menyatakan bahwa negara itu tidak sama jika dibandingkan PT, CV, atau pun unit usaha sejenis maka yang butuh kita tuturkan yaitu samakan saja konsepnya yang jika tidak carilah uang menggunakan usaha negara tanpa membuat susah banyak manusia. Tidak usah kita pikirkan negara belum untung karena PT Telkom atau unit-unit usaha negara mungkin mampu mendapatkan untung yang cukup tinggi yang belum jelas kuantitas untung yang didapatkan oleh warga negara. Tidak usah kita sudi diwajibkan bayar utang negara namun pada saat untung digunakan supaya membayar gaji yang aduhai tingginya. Belum lagi saat ini hendak dibuat gedung-gedung yang fasilitas gedung itu tidak membuat manusia lain memikirkan bahwa itu gedung tempat wakil rakyat menampung aspirasi tidak sama jika dibandingkan pusat belanja atau pun pusat tempat menghibur yang tidak mendukung tindak wakil rakyat menampung aspirasi rakyat.
Jika negara tetap ngotot membayar gaji yang begitu tinggi maka apa yang membuat kita harus turut menanggung prilaku boros negara ditambah hutang-hutang yang timbul akibat prilaku boros itu? Jika uang itu keluar dari kantong para pengurus negara atau yang mengaku bahwa negara itu miliknya maka pastinya kita tidak usah menghiraukan selama kita tidak mendapatkan dampak yang membuat rugi secara tidak sah. Soal yang timbul yaitu negara lewat para aparaturnya menggunakan uang rakyat dari pajak ditambah rakyat disuruh supaya menanggung hutang negara. Jika tim ekonomi tidak dibuat maksimal hingga uang yang masuk banyak namun uang yang keluar makin minmal maka apa manfaat tim ekonomi lebih lagi jika digaji super tinggi?
Walaupun ada manusia yang menyatakan bahwa tanpa pajak negara tidak mampu membuat infrastruktur atau yang sejenis, apa yang membuat kita harus menghiraukan hal itu? Apa itu tidak mirip derita negara jika negara tidak mampu membuat infrastruktur yang ada? Jika tidak mampu membuat infrastruktur maka ya tidak usah usaha, apa yang membuat kita harus disusahkan oleh negara ditambah harus membuat negara ada modal? Pastinya, kita tidak usah memikirkan derita negara tanpa kita mendapatkan untung yang cukup dari negara.
Kita tidak butuh banyak menghiraukan negara RI, RI tidak membuat kita mendapatkan untung yang cukup. Harga pun yang seharusnya mampu dibuat oleh RI lebih murah minimal yang hasil bumi yang katanya supaya rakyat makmur masih tampak tidak dibuat supaya rakyat makmur mampu dibuat hingga kita tidak mendapatkan untung cukup dari RI. RI cenderung tampak kurang memikirkan rakyat.
Jika negara membuat motto bahwa mobil mewah tidak menggunakan premium maka apa yang membuat pom bensin sudah bagus kok masih mendapatkan hak eksklusif mendapatkan hak hasil bumi? Dalam undang-undang dasar 45 khan itu supaya rakyat makmur yang walau saya belum membaca updatenya, apa ada yang membuat update yang membuat rugi rakyat? Jika tidak ada yang membuat update yang membuat rugi rakyat maka seharusnya sesuai amanat UUD'45, rakyat harus dibuat makmur khan?
Fakta yang tampak mungkin belum 100% begitu karena membeli premium jika saya benar dibataskan. Uang pajak digunakan oleh yang kurang ada tanggung jawab hendak membuat gedung yang belum pasti manfaat gedung itu karena banyak fasilitas yang tidak dibutuhkan yang ada. Jika begini maka apa masih layak pajak itu?
Langganan:
Postingan (Atom)