Rabu, 07 Mei 2014

Gila, Benarkah tidak Berguna?

Ulam tiba pucuk dicinta bukan suatu ungkapan yang benar jika itu dibuat dengan tidak benar. Matahari juga menyinari manusia miskin jadi kita tidak usah iri hingga kita membuat tindak yang salah. Lama matahari menyinari manusia miskin selama ia ada pada tempat benar adalah sama, adakah beda?

Nasionalisme tidak membuat kita harus jadi repot nasi. Tanpa ada uang yang cukup bagaimana mungkin menjadi seorang patriot? Apa patriot tidak usah makan?

Tidak disangka, menjadi gila juga berguna jika berpikir seperti pada alinea atas. Dengan menjadi gila, juara mampu didapatkan. Ini satu karunia ilahi ataukah satu kebetulan belaka?

Oleh yang kuasa diberi berkat pastinya membuat hati ini berterima kasih. Betapa tidak, dengan adanya berkat ini, manusia gila pun ada gunanya. Menjadi gila pun ternyata mampu berguna untuk masyarakat. Jika kita sadar maka kotoran pun mungkin berguna ya?

Langkah pasti mamang masih sulit diraih. Ini pastinya sudah lebih unggul karena malang sudah lebih mampu ditampik. Jika bukan kepada Tuhan yang Maha Kuasa maka ke mana lagi harus dihaturkan terima kasih ini?

Obrolan tidak berarti membuat waktu. Time is money berarti membuang waktu mirip membuat uang. Pada saat masih muda kita harus sadar ini. Jika tidak maka tua kita mungkin menangis.

Naga tidur satu saat sangat mungkin bangun kembali jika bukan tewas. Jika sudah tewas mungkin selamanya tidak akan bangun karena belum ada yang mampu menghidupkan makhluk yang sudah mati. Dokter paling hebat pun mungkin masih belum mampu menghidupkan ayahmu yang sudah wafat.

Galau tidak ada manfaatnya, lebih baik lakukan yang mampu dibuat. Sedetik pun waktu ibarat segenggam emas. Jika lewat maka tidak lagi mampu kembali lagi. Walaupun kamu mampu menjadi anak kecil lagi, tidakkah itu kamu buat pada masa datang dan kejadian selama kamu kecil secara alamiah tidak mampu diubah lagi?

Tawa atau tangis merupakan tindak duniawi. Ada datang, sangat mungkin ada pergi jika sudah tidak cocok. Jika tidak ada pandang tawar maka beban sangat mungkin terus dipanggul. Tidakkah letih memanggul beban begitu beratnya?

Ingin rasa hati ini menjerit namun apa daya? Apa manusia gila didengar? Maksimum satu alinea pada atas saja mampu dituliskan. Apa daya jika nanti peluru bundar bersarang di dada dan hanya mampu tersenyum beku sambil melukiskan penderitaan?

Mati atau hidup bukan satu yang penting. Yang penting dalam hidup mampu menjadi manusia yang berguna. Siapakah nanti yang mengenang? Tidak dicaci maki pun mungkin sudah syukur.

Silih berganti malam berganti siang dan begitu juga sebaliknya. Walau kita jenuh, tidak mampu kita halangi peristiwa alam minimal  inilah yang rutin terjadi pada mata seseorang. Sebanyak pasir pada pantai atau pun bintang pada angkasa siang dan malam itu, lebih ungguil jika siang dan malam itu kita nikmati. Jika memang sudah membuat susah maka mungkin saat itu kita mulai mencoba suatu tindak mengubahnya.

Orang tua atau pun muda berbeda pada usia saja. Jika usia sudah tua namun infantilisme maka apa itu ada manfaat? Peti mati tidak untuk orang tua namun untuk orang mati. Jadi orang muda jangan berpikir bahwa ia tidak akan mati.

Eden merupakan taman yang sangat didamba pada muka bumi. Ini karena kita tidak usah bekerja pada tempat itu, bukan? Kita perlu makan, minum, tidur, dan bersenang-senang, bukan? Adakah tempat yang lebih indah?

Kartu As jangan ditukar dengan kartu dua. Ini artinya mutu jangan ditukar dengan picisan. Jangan tertipu menyerahkan berlian supaya mampu mendapatkan batu kali saja. Apa benar batu kali lebih berharga jika dibandingkan rubi?

Alinea pada atas ingin menuturkan bahwa jika kamu sudah memiliki suatu yang mampu diandalkan maka hindarkanlah terpikat menukarkan barang berharga kamu dengan tahi. Adakah tahi ada manfaat? Tidakkah manusia hingga sudi membayar supaya manusia lain sudi mendapatkan tahinya yang seharusnya tiap manusia menjual tahi?

Risiko dan keuntungan harus diperhitungakan arti dari alinea pada atas. Jangan nasihat yang bagus malah kamu tampik dan nasihat jelek malah didengarkan. Kadang sahabat kamu pun sangat mungkin membujuk kamu membuat suatu hal yang cocok jika dibandingkan dengan tujuannya. Waspadalah, jangan hingga kamu mampu diperalat oleh sahabat kamu.

Nomor satu atau pun nomor paling akhir tidak menjadi masalah selama hidup kita ada pada jalan yang benar. Menjadi bermasalah jika kita ada pada jalan yang salah. Lebih parah lagi jika kita tidak sadar tentang hal itu. Menyesal kemudian sering tidak ada manfaat.

Olahlah hartamu hingga ia tidak menjadi penghambat. Jangan membuat tindak yang justru mampu menghambat kamu walau itu tidak kamu sadari. Menyesal kemudian akan membuat air mata berderai saja.

Harta dan tahta penting di dunia namun cara mendapatkannya lebih penting lagi. Menjadi kaya namun dengan merampok adalah salah. Jangan tanya berdasarkan siapa namun terima saja ini suatu kebenaran yang tidak terbantah. Jangan karena membantah kebenaran ini kemudian kamu menjadi bandit.

Atap langit dan alas bumi saat tidur tidak masalah jika itu dengan cara yang benar. Tidak usah malu jika itu terjadi pada kita. Yang perlu kita malu jika kita menjadi bandit besar. Lebih parah lagi jika kita tidak pernah sadar.

Tanpa ada kemajuan dalam hidup pun bukan satu hal yang perlu kita risaukan. Yang harus kita tanyakan yaitu akan makan apa hari ini dengan benar? Jika itu benar maka pada saat malam datang wafat pun, jiwa terasa tenang. Jika tidak maka apa tidak akan mendatangkan caci maki?

Tumbal dalam babi ngepet apa benar membawa rezeki? Kadang, ada anggota keluarga yang harus dikorbankan. Tidak sayangkah kita dengan anggota keluarga kita? Apakah demi harta anggota keluarga dikorbankan?

Atas sangat mungkin menjadi bawah dan begitu juga sebaliknya. Sabar adalah kunci dalam hidup karena jika kita tidak sabar menderita dan kemudian membuat tindak salah, salah siapa? Jangan karena jenuh menderita kemudian kita membuat tindak kriminal. Jangan karena ingin balik modal kemudian kita memfitnah pihak lain.

Rugi jika kita tewas karena kita tidak sabar namun ini bukan karena ingin mengancam. Jika musuh lebih banyak dan kita mengandalkan berani maka apa kita tidak mati konyol? Benarkah kita sangat gagah hingga mampu menaklukkan jutaan manusia seorang diri? Benarkah kita mampu berubah menjadi satria baja hitam karena jika tidak maka apa kita tidak bodoh jika karena itu harus ada lubang peluru bundar di dadanya, senyum bekunya ingin berkata...?

Allah tidak usah menjadi pegangan yang sangat teguh. Jika Lat dan lainnya tidak mampu memberikan baju atau sejenisnya pada saat ada yang telanjang maka apa Allah akan memberikan tower setinggi 150 tingkat dengan tinggi satu tingkat 3 meter, berdiri pada daerah seluas 100 hektar, berbentuk balok tower itu yang menutupi tiap daerah 100 hektar itu yang tiap tingkat mampu menampung hingga 100 milyar triliun ton jika saya minta? Jika tidak apa bedanya dengan Lat, Uzza, atau yang lainnya? Allah juga tidak mampu mengabulkan permintaan khan?

Mata adalah satu penyaring kita. Jika itu tampak maka kita mungkin percaya. Jika tidak maka kita mungkin tidak percaya. Walau mungkin juga mata kita salah, tetap lazimnya seeing is believing..

Pemeluk teguh mungkin berkata, "Kamu belum membuat kebaikan cukup bagaimana Allah memberikan ke kamu?" Namun pernahkah terbersit jika pendukung Lat, Uzza atau yang lainnya berkata yang sama kepada kamu? Apa benar kamu sudah membuat kebaikan yang cukup hingga Lat, Uzza atau yang lainnya layak mengabulkan yang kamu minta? Bagaimana kamu menjawab ini?

Oh, jangan tuturkan bahwa kamu ingin mengandalkan laskar yang besar ingin memaksakan para penganut Lat, Uzza atau yang lainnya tunduk ke kamu. Itu sama saja dengan kamu memaksakan kepercayaan kamu. Ajaran penyembah patung tidak selamanya salah karena apa Muhammad sudi menanggung dosa para pengikutnya yang sudah menyantap satwa tanpa ada maksud menghina pengikut Muhammad?

Kebenaran selalu menjadi yang paling atas tidak peduli betapa kamu tenar atau pun banyak laskar. Selama ada laskar kamu mampu membuat onar. Jika tidak ada laskar maka nanti pihak yang lain yang sangat mungkin membalas. Balas membalas, kapan akan berakhir?

Sodoran berita dan sejarah yang kamu baca belum pasti benar. Sangat mungkin itu direkayasa supaya membuat untung penguasa hingga seakan-akan penguasalah pahlawannya. Kamu harus mampu membedakan yang benar dan yang salah. Jangan kamu dibodohi karena sangat mungkin suatu racun dibuat sedemikian hingga terasa seperti madu.

Akhir tidak menjadi hal yang membuat takut. Jika memang harus berakhir maka berakhirlah. Jika masih harus terus maka teruslah. Tidak perlu kita memaksakan sesuatu dengan cara yang tidak benar.

Ya, itulah kebenaran. Tidak banyak yang mampu dituliskan namun semoga ini berguna. Kebenaran ini semoga lebih mampu membantu hidup kamu.

Akhir kata diucapkan, "Tahi sangat mungkin masih ada manfaat." Itu tergantung cara kita mengolah tahi. Sayangi barang kamu dan usahakan selalu jual barang kamu jika itu bukan ke saudara kamu atau manusia-manusia yang layak karena sbenarnya lebih unggul menjual tahi dan air kencing. Itulah sebabnya dianjurkan juga jangan buang tahi atau air kencing sembarangan, kita harus juga jual tahi dan air kencing kita.

Senin, 20 Mei 2013

Presiden, Benarkah Harus Menjadi Prioritas?

Menjadi Presiden mungkin satu hal yang luar biasa. Banyak manusia yang sangat mungkin ingin menjadi Presiden. Tidak jarang, tim sukses sangat mungkin mengeluarkan banyak biaya kampanye.

Usai menjadi presiden, pastinya kita sangat tidak perlu membuat utama presiden. Mengapa tidak presiden tetap terjebak macet? Mengapa harus presiden jika lewat kemudian mobil atau motor lain dihambat? Apakah presiden bukan manusia hingga kita harus begitu hormatnya ke presiden?

Jika kita ingin jeli maka kita tidak usah membuat presiden menjadi prioritas. Jika presiden lewat maka kita tidak usah berhenti dan membiarkan presiden lewat sebelum kita lewat. Jika presiden ingin lewat maka mengapa tidak presiden menggunakan helikopter saja jika dibandingkan tindak mengganggu manusia lewat? Biar saja presiden terjebak macet, kita tidak usah membuka jalan supaya presiden mampu lewat dahulu.

Jumat, 15 Maret 2013

Gila, Prestasi Kerja dan Hak Istimewa

Pernahkah kamu mimpi mendapatkan atau hak khusus yang mungkin saja keduanya kamu dapatkan? Pastinya jika kamu memiliki prestasi kerja bagus, kamu sangat mungkin mendapatkan toleransi dari bos. Staf perusahaan pun kadang mencoba suatu tindak mempertahankan kamu usai kamu menunjukkan kinerja yang mengagumkan.

Ternyata menjadi gila sangat mungkin membuat kamu mendapatkan dua hal itu. Pada saat kamu sudah gila, pihak-pihak yang ada pada sekitar kamu sangat mungkin menjadi sudi membeli barang yang kamu jual. Ini membuat kamu sangat mungkin lebih mudah menjual barang atau jasa kamu. Mudahnya tindak menjual pastinya membuat kamu lebih mudah mendapatkan target omzet.

Pada saat kamu sudah mendapatkan target omzet yang layak, kamu sangat mungkin meminta hak istimewa. Hak istimewa itu sangat mungkin berupa libur namun gaji tetap dibayar. Pastinya manusia yang ada pada sekitar kamu pun sangat mungkin kagum. Pekerjaan pun sangat mungkin datang menghampiri.

Ini membuat jika kamu gila maka kamu tidak perlu kecil hati. Gila ternyata sangat mungkin membawa berkah. Kamu tidak perlu malu jika kamu gila. Yang paling penting yaitu kamu tidak menjadi malas berusaha usai gila. Supaya mampu menghindari dipasung, hindarilah mengamuk.

Senin, 25 Februari 2013

Mencari Cinta pada Saat Mengabdi

Jika kamu jomblo maka mungkin saja kamu merasa sulit mendapatkan pacar jika bekerja. Jam kerja kadang membuat kamu menjadi tidak memiliki opsi mencari jodoh. Mencari jodoh pada saat kerja sangat potensial membuat kamu dipecat.

Jika kamu satu pramuniaga maka satu cara yang mampu kamu buat supaya kamu mampu mencari cinta pada saat mengabdi yaitu dengan mkencapai target aman yang secepat mungkin. Jika kamu sudah mampu mencapai target aman dan supervisor kamu masih marah-marah maka tanyakan saja pertanyaan sederhana seperti, "Pak kasus ini mirip dengan kasus jika Bapak meminta saya membuang sampah pada tempat sampah, saya sudah buang sampah pada tempat sampah masih juga Bapak marah-marah, jadi sebenarnya apa yang Bapak inginkan dari saya?" Seharusnya jika kamu sudah mencapai target aman maka secara hukum pun kamu belum pasti layak dipecat karena target yang diinginkan perusahaan sudah kamu capai hingga kamu tidak perlu terlampau khawatir. Jika pun kamu dipecat pada saat kamu sudah mampu mendapatkan target aman maka sangat mungkin perusahaan akan merasa sayang memecat kamu karena sangat mungkin masih banyak yang belum masuk target alias kemampuan menjual kamu cukup hebat hingga walaupun mencari cinta, kamu masih mampu mendapatkan target.

Satu prinsip yang perlu kamu buat yaitu kewajiban kamu perlu kamu dahulukan sebelum kamu bertindak ngawur. Ini karena jika kamu bertindak ngawur tanpa mendahulukan kewajiban maka kamu sangat mungkin dipecat. Jika kamu bukan karyawan berprestasi maka kamu juga sebaiknya tidak membuat tindak ngawur. Ngawur tanpa prestasi atau pun tanpa membuat dahulu kewajiban kamu sangat mungkin membuat kamu harus mencari pekerjaan baru.

Selasa, 19 Februari 2013

Menjadi Gila dan Mendapatkan Penghargaan

Jika kamu sudah gila maka pastinya kamu tidak usah terlampau bersusah hati karena dikhawatirkan kamu menjadi lebih sulit menerima kenyataan hidup. Ini dikhawatirkan mampu membuat kamu lebih menghindar dari realita hidup yang mungkin kadang pahit. Pastinya, dikhawatirkan kesehatan jiwa kamumenjadi lebih terganggu jika kamu tidak mampu menerima kenyataan ini.

Jika kmau ingin jeli maka gila mampu membuat kamu mendapatkan penghargaan. Yang perlu kamu buat yaitu jangan pernah menyerah berusaha dan tetaplah menerima kondisi hidup kamu. Penampikan kondisi sangat mungkin lebih membuat kamu lebih sulit menerima keadaan diri kamu. Lebih parah lagi jika hal ini membuat kamu menjadi lebih mudah mengamuk yang sangat mungkin malah membuat kamu menjadi lebih dipasung.

Usai kamu membaca satu alinea atas, mungkin kamu memikirkan bahwa tidak adil jika manusia gila diganggu maka manusia itu tidak boleh marah. Pastinya kamu merasa bahwa kamu memiliki hak azasi yaitu hak supaya tidak diganggu. Tindak mengganggu yang dibuat oleh anak-anak pastinya membuat kamu merasa layak marah.

Jika kamu tidak mampu menahan emosi maka posisi kamu sangat mungkin menjadi lebih sulit. Pada kondisi begitu, pasung dan rumah sakit jiwa sangat mungkin sulit kamu hindarkan. Mereka berpikir bahwa kamu berbahaya saja tanpa melihat bahwa kamu diganggu yang membuat kamu perlu lebih sabar selama tindak itu tidak membunuh kamu karena jika kamu tidak sabar dan membiarkan mereka melihat sendiri hal yang dibuat oleh pihak lain maka tindak mengamuk sangat mungkin mampu membelengu kamu ke dalam rumah sakit jiwa atau minimal kamu menjadi dipasung.



Rabu, 06 Februari 2013

Menjadi Gila sangat Mungkin Menjadi Juara

Gila mungkin satu hal yang banyak diledek oleh pihak lain. Manusia yang gila pun sangat mungkin dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa. Parahnya, jika sudah dianggap gila maka perlakuan tidak layak seperti diganggu sangat mungkin terjadi pada manusia yagn dianggap gila.

Jika diperlakukan secara benar maka sangat mungkin manusia yang gila ini menjadi juara. Menjadi gila dan dikasihani pihak lain sangat mungkin membuat si manusia gila ini berubah menjadi juara. Pendeknya, sangat mungkin manusia gila ini berubah from zero to hero.

Ini sangat mungkin terjadi pada dunia marketing. Dengan menjadi gila, pihak lain menjadi kasihan dengan kamu. Akibatnya, walaupun tidak butuh, sangat mungkin pihak lain membeli. Ini mampu kamu gunakan supaya mampu menaikkan omzet kamu jika kamu tahu cara menggunakan ini.

Jumat, 01 Februari 2013

Menyumbang

Menyumbang mungkin satu tindak yang sangat kita hindarkan. Tindak ini dalam banyak kasus sangat membuat rugi. Banyak memberi itu banyak mengeluarkan. Jika kita menyumbang maka yang mungkin terjadi bukan kaya namun miskin yang kita dapatkan.

Dalam beberapa kasus, ternyata menyumbang mampu memberi dampak positif ke kita. Dampak ini benar jika kamu mampu mendapatkan sumber daya yang cukup supaya mampu disumbangkan. Tanpa sumber daya cukup, hampir mampu dipastikan bahwa uang kamu akan menipis. Inilah yang jika tidak diatur dengan benar dan dibiarkan sangat potensial membuat miskin.

Kegunaan pertama dari menyumbang yaitu menyumbang mampu menghambat penjualan kompetitor kamu. Jika kamu menyumbangkan beras maka kompetitor kamu akan mulai sulit menjual beras. Jika ini dibuat dalam daerah yang luas maka pada daerah yang luas kompetitor kamu akan sangat mungkin sulit menjual. Kesulitan menjual ini jika tidak diimbangi dengan mampu ditemukan aliran sumber daya yang baru akan sangat mungkin membuat kompetitor sulit berkembang.

Kegunaan yang pertama ini mampu kamu terapkan pada saat perang. Jika kompetitor sekaligus musuh kamu dalam berperang sulit menjual maka sangat mungkin ia bertarung satu manusia saja alias harus si bos sendiri yang turun tangan menghalau musuh. JIka diterapkan dalam masa perang hingga musuh sulit menjual maka yang terjadi adalah ia akan sulit mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan supaya mampu membayar laskarnya hingga akibatnya hal ini akan membuat laskarnya sulit setia dan sangat mungkin meninggalkannya karena ia tidak mampu membayar gaji. Membayar gaji dengan barang yang mampu dibuatnya yang pada pasaran tidak kamu jual namun kamu memberikannya secara gratis akan sangat mungkin membuat staf si musuh menjadi tidak lebih sudi membeli dari musuh kamu karena dengan adanya pihak yang sudi menyediakan gratis, membayar itu menjadi suatu tindak yang membuang sumber daya.

Masalah sangat mungkin menjadi lebih pelik untuk pihak yang mengalami jika laskar membelot. Jika musuh kamu pergi berperang dengan jumlah laskar 400.000 jiwa dan kamu pergi berperang dengan musuh kamu dengan jumlah laskar 200.000 jiwa maka jika laskar musuh kamu membelot separuhnya maka sangat mungkin jumlah laskar kamu menjadi 400.000 jiwa dan jumlah laskar musuh kamu menjadi 200.000 jiwa hingga suasana menjadi berbalik, bahaya bukan? Jika separuh laskar musuh kamu meninggalkan kamu tanpa membelot maka jumlah laskar kedua pihak menjadi sama yang pastinya ini meminimalkan kemungkinan takluk karena laskar yang membelot. Hal yang sama berlaku juga untuk kamu.

Karena ada masalah pada satu alinea atas, menjaga kesetiaan laskar sangat penting. Tidak setianya laskar yang laskar itu membelot ke musuh membuat musuh menjadi tambah banyak stafnya hingga mampu membuat lebih bahaya. Takluknya musuh kamu oleh kamu akan membuat nasibnya ditentukan oleh kamu jika tidak ada lagi pihak yang cukup kuat yang mencegah kamu membuat tindak yang kamu suka. Jika barangnya tidak laku maka sangat besar peluang barang yang dibuatnya kamu ambil walaupun ini dalam beberapa kasus tidak dianjurkan.

Walaupun mungkin menghadapi musuh yang pelit hingga walaupun banyak uang namun ia tidak sudi membayar laskar, tindak menyumbang ini dalam beberapa kasus mampu menghambatnya mendapatkan sumber daya yang bertambah banyak jika ia menggunakan cara menjual. Ini merupakan suatu tindak cadangan dalam hal musuh kamu terbujuk menjual hartanya supaya mampu menaklukkan kamu. Yang perlu kamu yakinkan yaitu bahwa mutu barang kamu unggul hingga tidak timbul masalah karena konsumen menganggap bahwa barang kamu murah namun murahan hingga ini sangat mungkin menghambat penjualan kamu. Dalam banyak hal, kamu tidak boleh menganggap remeh musuh kamu supaya kamu tidak mengambil tindak yang salah.

Permasalahan yang timbul dari menggunakan cara ini yaitu harus dimilikinya sumber daya lain supaya mampu digunakan pada saat ingin mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan. Tanpa memiliki sumber daya lain, sangat mungkin kamu menjadi sulit. Perlu diketahui bahwa gratisnya barang atau jasa kamu berikan membuat kamu tidak mendapat satu barang atau jasa pun sebagai ganti barang atau jasa yang kamu berikan secara gratis. Ada kemungkinan pihak lain tahu budi dan membalas budi namun jika pun pihak lain tidak tahu budi maka sangat mungkin jika kamu memaksakan maka kamulah yang akan mkenjadi pihak yang salah. Selain itu, makin banyak kamu memberi, makin banyak yang harus kemu sediakan supaya diberikan secara gratis.

Jika kita ingin menyumbang supaya mampu mendapatkan manfaat pertama yang dijelaskan ini maka sangat dianjurkan supaya kita memiliki multiple intelligence atau dengan kata lain, sangat dianjurkan supaya kita mampu membuat lebih jika dibandingkan satu barang, lebih jika dibandingkan satu jasa atau pun kombinasi dari dua hal itu yang ada manfaat besar secara unggul. Ini karena jika salah satu syarat tidak dipenuhi maka kamu sangat mungkin akan sulit menjual jika kamu tidak mengobral barang atau jasa kamu. Konsumen sangat suka barang yang murah dan tersedia secara luas yang membuat jika kita tidak menaikkan mutu maka sangat mungkin kita harus mengorbankan harga. Dengan mampu membuat lebih dari satu barang, jasa atau pun kombinasi keduanya, jika musuh kamu mampu membuat dua barang atau jasa yang ada manfaat besar maka yang perlu kamu buat yaitu memiliki kemampuan yang minimal sama yang jika mungkin lebih unggul jika dibandingkan musuh kamu dan menjual murah tiap barang atau jasa yang mampu dibuat oleh musuh kamu dan mencari sumber daya dari barang atau jasa yang tidak mampu dibuat oleh musuh kamu. Hal yang musuh kamu mampu buat tanpa dibantu oleh phak lain semampu mungkin harus mampu kamu buat namun usahakan tidak sebaliknya.

Penjelasan dari satu alinea atas ini sederhana yaitu dengan menyumbangkan tiap barang, jasa atau pun kombinasinya pada daerah yang luas yang minimal pada tiap daerah tempat musuh kamu menjual barang atau jasanya akan sangat mungkin menghambat aktivitas menjual dari musuh kamu. Ada yang membuat opini bahwa jika kamu sudah menetapkan harga maka kompetitor kamu akan sangat mungkin bereaksi terhadap harga yang kamu tetapkan pada batas-batas tertentu. Pastinya, salah pun opini ini, sangat mungkin penjualan musuh kamu akan sangat mungkin menjadi lebih tersendat. Jika ini berlangsung lama maka sangat mungkin kejadian musuh kamu harus bertarung satu manusia saja terjadi.

Contoh yang mampu kita lihat yaitu pada pertarungan Belanda versus Indonesia pada masa penjajahan dahulu. Jika kita ingin jeli maka kita mampu temukan bahwa harga jual Universitas Indonesia atau notabene kubu Soekarno-Hatta lebih murah yang membuat Belanda akhirnya harus takluk. Jika Belanda mampu mendapatkan sumber daya yang cukup maka niscaya yang terjadi Indonesia tidak merdeka. Karena tidak mampu mendapatkan sumber daya yang cukup maka sudi atau pun tidak sudi, Belanda harus pergi dari Indonesia atau pun minimal menghentikan tindak penjajahan.

Kegunaan kedua dari menyumbang yaitu pihak yang mendapatkan sumbangan kamu sangat mungkin menjadi lebih permisif. Hal-hal yang lazimnya tidak boleh kamu buat jika kamu tidak menyumbang menjadi lebih mungkin diizinkan oleh si penerima sumbangan jika kamu menyumbang walau ini tidak terjadi tiap saat. Ini terjadi karena pihak yang disumbang sangat mungkin ingin mempertahankan supaya kamu tetap menyumbang.

Pada beberapa kasus, sangat mungkin jika kamu meminta uang dari pihak yang menerima sumbangan dari kamu maka uang sangat mungkin kamu dapatkan walaupun jumlahnya sesuai dengan keinginan yang memberi saja dan belum pasti sama dengan jumlah yang kamu pinta. Ini karena mereka memberikan ala kadarnya saja. Kamu sangat tidak boleh memaksakan pihak yang disumbang hingga membuat tindak menyumbang sebagai kompensasi kamu sudah menyumbang karena ini akan membuat kamu menjadi pihak yang salah. Inilah yang akan menjadi masalah karena jika kamu tidak pintar mengatur hal ini maka sangat mungkin kamu akan mendapatkan kesulitan pada masa datang.

Kesimpulannya, walau kegunaan dari menyumbang ini tidak dituliskan secara lebih lengkap, ternyata hal yang membuat rugi mampu juga membuat kita mendapatkan untung namun kita harus bijaksana dalam mengatur tindak menyumbang ini supaya tidak menjadi bumerang yang akan menghancurkan diri kita sendiri. Yang perlu kita miliki yaitu pengetahuan tentang hal yang membuat rugi itu. Jika kita memiliki pengetahuan yang lengkap maka kita menjadi tahu hal-hal yang harus kita buat pada saat kita dihadapkan pada pilihan yang sulit dan membuat rugi itu.