Senin, 25 Februari 2013

Mencari Cinta pada Saat Mengabdi

Jika kamu jomblo maka mungkin saja kamu merasa sulit mendapatkan pacar jika bekerja. Jam kerja kadang membuat kamu menjadi tidak memiliki opsi mencari jodoh. Mencari jodoh pada saat kerja sangat potensial membuat kamu dipecat.

Jika kamu satu pramuniaga maka satu cara yang mampu kamu buat supaya kamu mampu mencari cinta pada saat mengabdi yaitu dengan mkencapai target aman yang secepat mungkin. Jika kamu sudah mampu mencapai target aman dan supervisor kamu masih marah-marah maka tanyakan saja pertanyaan sederhana seperti, "Pak kasus ini mirip dengan kasus jika Bapak meminta saya membuang sampah pada tempat sampah, saya sudah buang sampah pada tempat sampah masih juga Bapak marah-marah, jadi sebenarnya apa yang Bapak inginkan dari saya?" Seharusnya jika kamu sudah mencapai target aman maka secara hukum pun kamu belum pasti layak dipecat karena target yang diinginkan perusahaan sudah kamu capai hingga kamu tidak perlu terlampau khawatir. Jika pun kamu dipecat pada saat kamu sudah mampu mendapatkan target aman maka sangat mungkin perusahaan akan merasa sayang memecat kamu karena sangat mungkin masih banyak yang belum masuk target alias kemampuan menjual kamu cukup hebat hingga walaupun mencari cinta, kamu masih mampu mendapatkan target.

Satu prinsip yang perlu kamu buat yaitu kewajiban kamu perlu kamu dahulukan sebelum kamu bertindak ngawur. Ini karena jika kamu bertindak ngawur tanpa mendahulukan kewajiban maka kamu sangat mungkin dipecat. Jika kamu bukan karyawan berprestasi maka kamu juga sebaiknya tidak membuat tindak ngawur. Ngawur tanpa prestasi atau pun tanpa membuat dahulu kewajiban kamu sangat mungkin membuat kamu harus mencari pekerjaan baru.

Selasa, 19 Februari 2013

Menjadi Gila dan Mendapatkan Penghargaan

Jika kamu sudah gila maka pastinya kamu tidak usah terlampau bersusah hati karena dikhawatirkan kamu menjadi lebih sulit menerima kenyataan hidup. Ini dikhawatirkan mampu membuat kamu lebih menghindar dari realita hidup yang mungkin kadang pahit. Pastinya, dikhawatirkan kesehatan jiwa kamumenjadi lebih terganggu jika kamu tidak mampu menerima kenyataan ini.

Jika kmau ingin jeli maka gila mampu membuat kamu mendapatkan penghargaan. Yang perlu kamu buat yaitu jangan pernah menyerah berusaha dan tetaplah menerima kondisi hidup kamu. Penampikan kondisi sangat mungkin lebih membuat kamu lebih sulit menerima keadaan diri kamu. Lebih parah lagi jika hal ini membuat kamu menjadi lebih mudah mengamuk yang sangat mungkin malah membuat kamu menjadi lebih dipasung.

Usai kamu membaca satu alinea atas, mungkin kamu memikirkan bahwa tidak adil jika manusia gila diganggu maka manusia itu tidak boleh marah. Pastinya kamu merasa bahwa kamu memiliki hak azasi yaitu hak supaya tidak diganggu. Tindak mengganggu yang dibuat oleh anak-anak pastinya membuat kamu merasa layak marah.

Jika kamu tidak mampu menahan emosi maka posisi kamu sangat mungkin menjadi lebih sulit. Pada kondisi begitu, pasung dan rumah sakit jiwa sangat mungkin sulit kamu hindarkan. Mereka berpikir bahwa kamu berbahaya saja tanpa melihat bahwa kamu diganggu yang membuat kamu perlu lebih sabar selama tindak itu tidak membunuh kamu karena jika kamu tidak sabar dan membiarkan mereka melihat sendiri hal yang dibuat oleh pihak lain maka tindak mengamuk sangat mungkin mampu membelengu kamu ke dalam rumah sakit jiwa atau minimal kamu menjadi dipasung.



Rabu, 06 Februari 2013

Menjadi Gila sangat Mungkin Menjadi Juara

Gila mungkin satu hal yang banyak diledek oleh pihak lain. Manusia yang gila pun sangat mungkin dimasukkan ke dalam rumah sakit jiwa. Parahnya, jika sudah dianggap gila maka perlakuan tidak layak seperti diganggu sangat mungkin terjadi pada manusia yagn dianggap gila.

Jika diperlakukan secara benar maka sangat mungkin manusia yang gila ini menjadi juara. Menjadi gila dan dikasihani pihak lain sangat mungkin membuat si manusia gila ini berubah menjadi juara. Pendeknya, sangat mungkin manusia gila ini berubah from zero to hero.

Ini sangat mungkin terjadi pada dunia marketing. Dengan menjadi gila, pihak lain menjadi kasihan dengan kamu. Akibatnya, walaupun tidak butuh, sangat mungkin pihak lain membeli. Ini mampu kamu gunakan supaya mampu menaikkan omzet kamu jika kamu tahu cara menggunakan ini.

Jumat, 01 Februari 2013

Menyumbang

Menyumbang mungkin satu tindak yang sangat kita hindarkan. Tindak ini dalam banyak kasus sangat membuat rugi. Banyak memberi itu banyak mengeluarkan. Jika kita menyumbang maka yang mungkin terjadi bukan kaya namun miskin yang kita dapatkan.

Dalam beberapa kasus, ternyata menyumbang mampu memberi dampak positif ke kita. Dampak ini benar jika kamu mampu mendapatkan sumber daya yang cukup supaya mampu disumbangkan. Tanpa sumber daya cukup, hampir mampu dipastikan bahwa uang kamu akan menipis. Inilah yang jika tidak diatur dengan benar dan dibiarkan sangat potensial membuat miskin.

Kegunaan pertama dari menyumbang yaitu menyumbang mampu menghambat penjualan kompetitor kamu. Jika kamu menyumbangkan beras maka kompetitor kamu akan mulai sulit menjual beras. Jika ini dibuat dalam daerah yang luas maka pada daerah yang luas kompetitor kamu akan sangat mungkin sulit menjual. Kesulitan menjual ini jika tidak diimbangi dengan mampu ditemukan aliran sumber daya yang baru akan sangat mungkin membuat kompetitor sulit berkembang.

Kegunaan yang pertama ini mampu kamu terapkan pada saat perang. Jika kompetitor sekaligus musuh kamu dalam berperang sulit menjual maka sangat mungkin ia bertarung satu manusia saja alias harus si bos sendiri yang turun tangan menghalau musuh. JIka diterapkan dalam masa perang hingga musuh sulit menjual maka yang terjadi adalah ia akan sulit mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan supaya mampu membayar laskarnya hingga akibatnya hal ini akan membuat laskarnya sulit setia dan sangat mungkin meninggalkannya karena ia tidak mampu membayar gaji. Membayar gaji dengan barang yang mampu dibuatnya yang pada pasaran tidak kamu jual namun kamu memberikannya secara gratis akan sangat mungkin membuat staf si musuh menjadi tidak lebih sudi membeli dari musuh kamu karena dengan adanya pihak yang sudi menyediakan gratis, membayar itu menjadi suatu tindak yang membuang sumber daya.

Masalah sangat mungkin menjadi lebih pelik untuk pihak yang mengalami jika laskar membelot. Jika musuh kamu pergi berperang dengan jumlah laskar 400.000 jiwa dan kamu pergi berperang dengan musuh kamu dengan jumlah laskar 200.000 jiwa maka jika laskar musuh kamu membelot separuhnya maka sangat mungkin jumlah laskar kamu menjadi 400.000 jiwa dan jumlah laskar musuh kamu menjadi 200.000 jiwa hingga suasana menjadi berbalik, bahaya bukan? Jika separuh laskar musuh kamu meninggalkan kamu tanpa membelot maka jumlah laskar kedua pihak menjadi sama yang pastinya ini meminimalkan kemungkinan takluk karena laskar yang membelot. Hal yang sama berlaku juga untuk kamu.

Karena ada masalah pada satu alinea atas, menjaga kesetiaan laskar sangat penting. Tidak setianya laskar yang laskar itu membelot ke musuh membuat musuh menjadi tambah banyak stafnya hingga mampu membuat lebih bahaya. Takluknya musuh kamu oleh kamu akan membuat nasibnya ditentukan oleh kamu jika tidak ada lagi pihak yang cukup kuat yang mencegah kamu membuat tindak yang kamu suka. Jika barangnya tidak laku maka sangat besar peluang barang yang dibuatnya kamu ambil walaupun ini dalam beberapa kasus tidak dianjurkan.

Walaupun mungkin menghadapi musuh yang pelit hingga walaupun banyak uang namun ia tidak sudi membayar laskar, tindak menyumbang ini dalam beberapa kasus mampu menghambatnya mendapatkan sumber daya yang bertambah banyak jika ia menggunakan cara menjual. Ini merupakan suatu tindak cadangan dalam hal musuh kamu terbujuk menjual hartanya supaya mampu menaklukkan kamu. Yang perlu kamu yakinkan yaitu bahwa mutu barang kamu unggul hingga tidak timbul masalah karena konsumen menganggap bahwa barang kamu murah namun murahan hingga ini sangat mungkin menghambat penjualan kamu. Dalam banyak hal, kamu tidak boleh menganggap remeh musuh kamu supaya kamu tidak mengambil tindak yang salah.

Permasalahan yang timbul dari menggunakan cara ini yaitu harus dimilikinya sumber daya lain supaya mampu digunakan pada saat ingin mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan. Tanpa memiliki sumber daya lain, sangat mungkin kamu menjadi sulit. Perlu diketahui bahwa gratisnya barang atau jasa kamu berikan membuat kamu tidak mendapat satu barang atau jasa pun sebagai ganti barang atau jasa yang kamu berikan secara gratis. Ada kemungkinan pihak lain tahu budi dan membalas budi namun jika pun pihak lain tidak tahu budi maka sangat mungkin jika kamu memaksakan maka kamulah yang akan mkenjadi pihak yang salah. Selain itu, makin banyak kamu memberi, makin banyak yang harus kemu sediakan supaya diberikan secara gratis.

Jika kita ingin menyumbang supaya mampu mendapatkan manfaat pertama yang dijelaskan ini maka sangat dianjurkan supaya kita memiliki multiple intelligence atau dengan kata lain, sangat dianjurkan supaya kita mampu membuat lebih jika dibandingkan satu barang, lebih jika dibandingkan satu jasa atau pun kombinasi dari dua hal itu yang ada manfaat besar secara unggul. Ini karena jika salah satu syarat tidak dipenuhi maka kamu sangat mungkin akan sulit menjual jika kamu tidak mengobral barang atau jasa kamu. Konsumen sangat suka barang yang murah dan tersedia secara luas yang membuat jika kita tidak menaikkan mutu maka sangat mungkin kita harus mengorbankan harga. Dengan mampu membuat lebih dari satu barang, jasa atau pun kombinasi keduanya, jika musuh kamu mampu membuat dua barang atau jasa yang ada manfaat besar maka yang perlu kamu buat yaitu memiliki kemampuan yang minimal sama yang jika mungkin lebih unggul jika dibandingkan musuh kamu dan menjual murah tiap barang atau jasa yang mampu dibuat oleh musuh kamu dan mencari sumber daya dari barang atau jasa yang tidak mampu dibuat oleh musuh kamu. Hal yang musuh kamu mampu buat tanpa dibantu oleh phak lain semampu mungkin harus mampu kamu buat namun usahakan tidak sebaliknya.

Penjelasan dari satu alinea atas ini sederhana yaitu dengan menyumbangkan tiap barang, jasa atau pun kombinasinya pada daerah yang luas yang minimal pada tiap daerah tempat musuh kamu menjual barang atau jasanya akan sangat mungkin menghambat aktivitas menjual dari musuh kamu. Ada yang membuat opini bahwa jika kamu sudah menetapkan harga maka kompetitor kamu akan sangat mungkin bereaksi terhadap harga yang kamu tetapkan pada batas-batas tertentu. Pastinya, salah pun opini ini, sangat mungkin penjualan musuh kamu akan sangat mungkin menjadi lebih tersendat. Jika ini berlangsung lama maka sangat mungkin kejadian musuh kamu harus bertarung satu manusia saja terjadi.

Contoh yang mampu kita lihat yaitu pada pertarungan Belanda versus Indonesia pada masa penjajahan dahulu. Jika kita ingin jeli maka kita mampu temukan bahwa harga jual Universitas Indonesia atau notabene kubu Soekarno-Hatta lebih murah yang membuat Belanda akhirnya harus takluk. Jika Belanda mampu mendapatkan sumber daya yang cukup maka niscaya yang terjadi Indonesia tidak merdeka. Karena tidak mampu mendapatkan sumber daya yang cukup maka sudi atau pun tidak sudi, Belanda harus pergi dari Indonesia atau pun minimal menghentikan tindak penjajahan.

Kegunaan kedua dari menyumbang yaitu pihak yang mendapatkan sumbangan kamu sangat mungkin menjadi lebih permisif. Hal-hal yang lazimnya tidak boleh kamu buat jika kamu tidak menyumbang menjadi lebih mungkin diizinkan oleh si penerima sumbangan jika kamu menyumbang walau ini tidak terjadi tiap saat. Ini terjadi karena pihak yang disumbang sangat mungkin ingin mempertahankan supaya kamu tetap menyumbang.

Pada beberapa kasus, sangat mungkin jika kamu meminta uang dari pihak yang menerima sumbangan dari kamu maka uang sangat mungkin kamu dapatkan walaupun jumlahnya sesuai dengan keinginan yang memberi saja dan belum pasti sama dengan jumlah yang kamu pinta. Ini karena mereka memberikan ala kadarnya saja. Kamu sangat tidak boleh memaksakan pihak yang disumbang hingga membuat tindak menyumbang sebagai kompensasi kamu sudah menyumbang karena ini akan membuat kamu menjadi pihak yang salah. Inilah yang akan menjadi masalah karena jika kamu tidak pintar mengatur hal ini maka sangat mungkin kamu akan mendapatkan kesulitan pada masa datang.

Kesimpulannya, walau kegunaan dari menyumbang ini tidak dituliskan secara lebih lengkap, ternyata hal yang membuat rugi mampu juga membuat kita mendapatkan untung namun kita harus bijaksana dalam mengatur tindak menyumbang ini supaya tidak menjadi bumerang yang akan menghancurkan diri kita sendiri. Yang perlu kita miliki yaitu pengetahuan tentang hal yang membuat rugi itu. Jika kita memiliki pengetahuan yang lengkap maka kita menjadi tahu hal-hal yang harus kita buat pada saat kita dihadapkan pada pilihan yang sulit dan membuat rugi itu.

Minggu, 07 Agustus 2011

Polisi sudah Mulai Tidak Lagi Memiliki

Seiring dengan mulai dihidupkannya kembali Kesultanan Kutai, tampaknya pada Ibukota kekuatan Republik Indonesia (RI) mulai mampu kita ragukan. Hal inilah yang mungkin membuat daerah mulai berani menghidupkan sistem feodal walau pun Susilo Bambang Yudhoyono sedang hendak menghapuskan hak istimewa Yogyakarta. Sistem Monarkhi yang pada dalam Republik yang dianggap kurang tepat tampaknya harus menghadapi masalah baru dengan dihidupkannya lagi Kesultanan Kutai.


Kurangnya kekuatan polisi mungkin mampu dilihat tidak hanya pada jalan-jalan kecil. Pada jalan sekaliber Jl. Jendral Sudirman Jakarta pun kadang polisi tidak mampu menerapkan peraturan lalu lintas yang mungkin polisi berlagak tidak ada pada saat ada pelanggaran jika tidak karena ditipu supaya pergi. Pada jalan-jalan besar pun seperti umpama pada daerah mampang prapatan, pelanggaran lalu lintas seakan tidak lagi mampu dibendung polisi. Pada saat itu polisi sudah tidak ada atau sengaja tidak ada karena perbandingan kekuatan yang tidak seimbang.

Jika nanti polisi menjadi makin tidak lagi mampu mengendalikan kondisi maka dikhawatirkan nanti mungkin saja makin banyak daerah yang hendak menghidupkan lagi kehidupan feodal. Dikhawatirkan nanti Indonesia menjadi negara federal seperti Malaysia. Nanti mungkin ada raja-raja kecil jika nanti pusat makin tidak lagi mampu mengendalikan kondisi.


Jika perpecahan ini makin menjadi-jadi maka akankah Indonesia berubah menjadi negara-negara kecil atau mungkin nanti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi ibarat Pu Yi yang hanya menjadi kaisar boneka? Mungkinkah nanti SBY menjadi presiden boneka saja? Mungkinkah nanti ada pihak lain selain Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang memiliki hak veto yang mampu membatalkan hukum yang dibuat oleh MPR atau pun Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)?

Sabtu, 06 Agustus 2011

Akankah Terjadi Pirate SunSet?

Saat ini jika kita hendak cermat mungkin Republik Indonesia mampu kita tuliskan mengalami kemunduran. Hal ini tampak lewat usaha Susilo Bambang Yudhoyono memilih gubernur Yogyakarta secara pilkada saat ini malah menghadapi bangkitnya Kesultanan Kutai. Walau tidak secara terang-terangan mengumumkan pelepasan diri dari negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tampaknya ini mungkin mampu dituliskan suatu tahap mundur karena daerah mulai berani lagi menghidupkan sistem feodal yang sudah lama digantikan sistem republik.

Sebenarnya, jika kita hendak jujur maka mungkin lebih unggul jika pada saat kita diminta supaya menjadi patriot, walaupun kita tidak melepaskan diri maka kita menanyakan, "Wanne piro?"  Ini karena kita tidak mungkin menjaga negara jika perut kita tidak kenyang. Kita tidak mungkin menjaga negara jika kita tidak makmur dahulu. Kita tidak mungkin menjaga negara Republik Indonesia (RI) jika negara tidak membayar kita US$ 10000 juta milyar triliun/detik.

 Jika pun kita hendak menjaga negara RI dengan dibayar murah maka apa untung membuat hal itu untuk kita? Tidakkah nantinya jika RI sudah banyak yang membela mungkin saja nanti nasib kita mirip para veteran yang ibarat habis manis sepah dibuang dengan diusir begitu saja? Kita pastinya tahu bagaimana nasib para janda yang saat itu hendak membeli milik negara namun hendak ditangkap. Membeli salahkah?

Jika kita menjadi miskin karena kita menjadi tidak mampu mendapatkan uang cukup akibat kita tidak mengabdi RI maka so what gitu lho? Mengapa harus kita yang menjadi lilin dan mengorbankan diri kita? Mengapa tidak manusia lain yang mengorbankan dirinya untuk kita? Mengapa negara tidak dibuat butuh saja dengan kita tidak bayar pajak jika dibandingkan kita membela negara?

Jika kita mengatakan bahwa jika kita tidak sudi mengabdi RI maka jika kita melihat fakta bahwa Kesultanan Kutai hendak dihidupkan lagi maka kita mampu mengambil kesimpulan bahwa RI sudah makin lemah dan mungkin akan semakin butuh laskar. Arogansi RI tidak menjual murah bahan bakar minyak (BBM) sudah mulai tampak dari mulainya daerah mencoba tindak menghidupkan lagi sistem feodal. Ini artinya jika RI makin tidak sudi jual murah dan tidak mampu mendapatkan sumber daya cukup ditambah banyaknya hutang yang hingga 1900 triliun mungkin membuat RI menjadi kurang ada daya. Mampukah RI pada masa datang memadamkan pemberontakan?

Jumat, 10 September 2010

Untung Rugi Menyumbang dan Bela Negara

Pernah dengar kata-kata dari John. F. Kennedy yang mengucapkan tentang kurang lebih, "Jangan tanyakan apa yang negara berikan padamu namun tanyakan apa yang kamu berikan pada negara"? Pernahkah kamu membuat motto ini? Pernahkah kamu menanyakan tentang untungkah saya jika saya membuat hal ini?

Butuh kamu pikirkan bahwa kata-kata John. F. Kennedy tidak usah banyak kita praktikkan. Mempraktikkan kata-kata John. F. Kennedy pastinya mampu membuat kita rugi saja. Kita mungkin menjadi repot nasi jika kita benar-benar mempraktikkan kata-kata itu.

Jika ada yang mengucapkan bahwa menyumbang satu ribu atau dua ribu tidak membuat kamu bangkrut maka hal itu butuh kamu pikir ulang. Hal ini karena walau hal itu tidak membuat kamu bangkrut namun uang yang hendak kamu sumbangkan jika kamu batal menyumbangkannya maka kamu mungkin mampu menggunakan uang itu supaya membeli barang lain. Jika kamu batal menyumbang Rp. 1000,00 maka kamu jadi mampu menggunakan uang itu supaya membeli es mambo atau pun air minum umpamanya. Jika kamu benar-benar menyumbang Rp. 1000,00 maka jika kamu usai itu benar-benar haus maka kamu pastinya harus menahan haus itu karena belum pasti ada manusia lain yang memberi kamu minum.

Ibarat menyumbang itu, kamu pun tidak usah ikut dalam usaha negara memperkuat Tentara Nasional Indonesia karena itu tidak ada manfaat untuk kamu. Walaupun tampaknya hal itu dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, tidak ada informasi lengkap tentang bagian kamu tiap jika negara untung Rp. 1,00. Walaupun itu tampak membela kepentingan kamu karena jika ada TNI jadi lebih mampu menangkis saat digempur tentara asing, tidak ada informasi jelas jika negara untung banyak uang yang kamu tiap negara mendapatkan untung Rp. 1,00. Kondisi menakutkan karena ada penjajah sudah lewat jadi tidak lagi kondisi separah yang kita dapat pada saat perjuangan menaklukkan penjajah hingga kita butuh tahu uang atau bagian kita tiap negara untung Rp. 1,00.

Satu hal kecil yang mungkin kamu hindarkan lagi jika kamu sudah tidak mendukung TNI dengan membayar pajak yaitu kamu tidak usah ikut dalam siskamling. Mirip jika dibanding tindak membantu TNI memperkuat TNI, tidak ada informasi lengkap tentang bagian kamu tiap jika negara untung Rp. 1,00. Mirip jika dibanding tidak ada untung pada saat membayar pajak, tidak ada informasi lengkap tentang bagian kamu tiap jika negara untung Rp. 1,00. Rugi jika kita ikut siskamling.

Jika ada yang membujuk kamu tentang hal yang membuat kamu tidak meniru masyarakat yang dulu menyumbangkan hartanya supaya membantu TNI maka kamu mampu menjawab, "Ini bukan masa kuda gigit besi lagi bung, ini masa modern, biar saja para manusia masa lampau bodoh karena sudi begitu, nasionalisme saya timbul jika saya menjadi kaya." Ini butuh kamu buat supaya kamu tidak menjadi sapi perah TNI. Ini supaya kamu tidak diambil habis-habisan tenaga kamu. Ini supaya kamu lebih mampu mendapatkan uang lebih karena jika kamu tidak menuntut supaya digaji maka saya khawatir kamu benar-benar tidak mendapatkan satu hal pun.

Walau tiap hal diucapkan oleh para pemimpin negara, kondisi kita kayalah yang pastinya lebih menimbulkan nasionalisme. Nasionalisme tidak membuat kita kaya khan jika tidak ada yang menyumbang ke kita? Nasionalisme tidak membuat kita kenyang khan jika tidak ada yang memberi kita makan? Nasionalisme tidak membuat dahaga kita hilang khan jika tidak ada yang memberi kita air?