Kamis, 26 Oktober 2017

Jakarta History Museum

If you are a foreigner, Jakarta history museum is a place that is worth to visit. Located in the West part of Jakarta, this museum offers many things from the past to observe. By visiting this place, you can know about Jakarta in the past.

Jakarta history museum was being opened by Ali sadikin, one of Jakarta's governor in the past. It is a two stories building with a large area that can be used to play bicycle. You actually can rent a bicycle to browse the area or just to have fun by riding it along the area. If you come very early in the morning, you will need to wait before you can get in to the museum.

Entering the museum can make you see a lot of things about Jakarta in a past time. Some of the things that you can see will include:


Statue of Hinduism Religion

If you enter the museum, you can find a statue to honor Shiva, one of the God in Hinduism beside Vhisnu and one other God. Shiva was known as a destroyer God.


Stone tools

Similar with other area, stone tools were used by people from a past time. You can see various stone tools that was collected from about 1500.


A Miniaturized Jakarta

From this, you can see the past condition of Jakarta. It was said that the Dutch built Central Jakarta before they built the other part of Jakarta.


Pulpit

In here, you can also see a pulpit that was being used by nine walks to spread the Qur'an.  This pulpit was used especially by Sunan Kalijaga.


Jail

You can also see a jail to put prisoners in the past that is guilty. It can hold about 30 prisoners. Some of the prisoners die in here because of some diseases. There are some concrete balls that were used to lock the prisoners.

There are plenty of jails in this world such as Ada county jail, Alcatraz jail, etc but those jails probably have enough height not like the jail in the Jakarta history museum. If you are very tall, you will find that you can have some problems to stand because the height of the jail is low. You can imagine that you can find that it is difficult to stand that makes sitting becomes the best option to avoid uncomfortable feelings.


Well

This well is used to prepare food for prisoners that is being put in a jail that is near the well. It is built in 1720. Now, the water in the well is dirty. You can see some fish swimming in the well.


Statue of Mercury

Although Mercury is not the name that is being used as a label to be given to a statue of God in Greek, Mercury is a Roman name for Hermes. Rome defeated Greek but they adopted Greek's culture and Gods. They also renamed some of the Gods such as Jupiter for Zeus, God of thunder that had a son that was named Hercules although some people can call Hercules as Heracles, Mars for Aries, the God of war, Mercury for Hermes, the God that is being shown in a statue form in this museum, etc.

Hermes likes to play with tricks. He is using a stick that is being use as a symbol in medicine. By using this stick, he tricks diseases and conquer the diseases later.


A Painting From Sujono

This painting can show us about the first attack of Sultan Agung, a Moslem King from Mataram that invade Batavia. Although the reason to attack can be questioned because the king's reason was his messenger was being met by a person with a low rank, Indonesia's people honor Sultan Agung as a hero.


Inscription

If you explore carefully, you can find an inscription that tells us the agreement between the Sundanese and the Dutch. This agreement is an agreement in trade.


Canon

Canon is a weapon that is being used in many battle. You can find a canon in this museum either. The Dutch used the Cannon by filling one of the hole and shot from the other side of the canon.


The Room of Jan Pieterszoon Coen 

Jan Pieterszoon Coen was one of Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC)'s governor general. Unlike a general that is leading troops, a governor general is more similar with a governor. At the time he was leading Batavia, Sultan Agung attacked Batavia twice. 

Jan Pieterszoon Coen had been using this room in some time along his position as a governor general. If you explore the room, you can find a picture of the governor general. The room is not very big. 


The Other Painting

Beside of Sujono's painting, there will be at least another painting about Batavia or Jakarta if you explore the museum. This painting can show about Batavia or Jakarta so you can know more about Batavia or Jakarta. 

Jasa Scan Dokumen dan Cetak Brosur

Kamu butuh 2d-scanner dan mesin cetak brosur namun harga alat mahal?

Kini, kamu mampu mendapatkan manfaat satu unit scanner atau dalam bahasa Inggris: you can get a benefit from a scanner tanpa harus membeli scanner satu unit pun dengan membawa dokumenmu yang ingin discan ke Jl. Anggrek IV nomor 9 RT 03/RW 09, Kapuk, Cengkareng, Jakarta barat 11720. Pada tempat itu, kamu akan mampu mendapatkan layanan scan dokumen murah, Rp 1.000,00/halaman pada resolusi 75 dpi dengan jumlah dokumen minimum 10 lumbar. Ini membuat kamu tidak usah membeli alat scan sendiri dan repot menscan sendiri dokumenmu saat kamu harus mengirimkannya secara digital. Melamar pekerjaan pun tidak menjadi batal karena alat scan yang mahal.

Maksimum ukuran kertas yang dilayani yaitu kertas A4. Sementara kertas yang lebih besar jika dibandingkan A4 tidak mampu dilayani. Kertas-kertas pada bawah ukuran A4 yang mampu dilayani. Mungkin pada masa datang dukungan ukuran kertas yang lebih besar akan ditambahkan.

Selain melayani scan dokumen, kami juga melayani cetak brosur. Kami belum melayani cetak hingga ukuran folio namun kami melayani cetak dokumen hingga ukuran A4. Ini seharusnya sudah cukup jika sekedar dipakai supaya mampu mencetak brosur A4 yang akan dibagi-bagikan. Harga cetak pada kertas HVS Taurus Rp 8.000,00/halaman full color dan Rp 1.000,00/halaman hitam putih.

Jadi tunggu apa lagi? Hubungi saya di 081517006188, ya jika butuh layanan ini?

Senin, 19 September 2016

Hore! Karena Gila Gaji Jadi Rp 5 jt/bulan

Alhamdullilah hirokhbilal alamin, ternyata lucu juga, dengan gila mampu mendapatkan gaji Rp 5 juta/bulan walau masih dalam masa percobaan. Jika dalam masa percobaan hasil mengecewakan maka dipecat namun alhamdullilah akhirnya makan juga. Dapur sangat mungkin jadi tidak berasap jika tidak mampu dapat pekerjaan.

Sialnya ternyata saat ada panggilan lainnya yaitu panggilan penyerahan paklaring, telat karena dibuat mengantuk walau sudah susah-susah jadi gila. Khan malu jika harus dapat pekerjaan dengan jadi gila. Namun untungnya pekerjaan yang gaji Rp 4 juta/bulan gagal diraih malah dapat yang gaji Rp 5 juta per bulan. Minimal jadi deh dapur tetap ngebul. Mudah-mudahan kinerja nanti mampu maksimal supaya dapur tetap mengebul.

Apa ya yang membuat gagal dapat pekerjaan yang Rp 4 juta per bulan? Apakah karena gilanya kurang membuat terharu atau karena karena pihak lain tidak yakin sudah gila? Wah, perlu riset lagi nih namun malu ah gila terus. Jika begini maka apakah perlu minta manusia lain membuatkan riset ya?

Minggu, 04 September 2016

Saat Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia Bengal dan Membanting-banting Barang Majikan, Salahkah Jika Mereka Didamprat?

Bekerja merupakan satu tindak yang dibutuhkan supaya lebih mampu bertahan hidup. Tidak bekerja pun mungkin kita mampu bertahan hidup namun mungkin tidak semudah itu jika kita bertahan hidup tanpa kerja. Jika kita mengandalkan meminta tanpa bekerja maka sangat mungkin lebih sulit kita mendapatkan uang yang membuat saat kita harus mendapatkan barang kebutuhan kita, kita mungkin tidak mampu karena tidak memiliki uang.

Dalam bekerja, banyak tempat yang mampu dipilih yaitu bekerja pada dalam negeri dan luar negeri. Jika kita bekerja pada dalam negeri maka pastinya kita mendapatkan rupiah karena ada kewajiban menggunakan rupiah dan jika kita bekerja pada luar negeri maka kita mungkin mendapatkan uang lokal dari negara tempat kita mengabdi. Budaya pun tidak sama tergantung tempat kita mengabdi yang harus kita pelajari jika mungkin supaya kita lebih mampu menyesuaikan diri. Norma yang berlaku pada satu tempat pun sangat mungkin belum pasti sama jika dibandingkan tempat yang lain.

Kadang, kita mendengarkan kabar bahwa tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia mendapatkan perlakuan kasar pada luar negeri. Tidak jarang mungkin timbul kabar pemerkosaan atau pun juga penganiayaan yang dibuat ke para TKW. Ini pastinya membuat kita merasa miris terutama jika mengingat para TKW merupakan pahlawan devisa. Walaupun mungkin kabar-kabar itu mungkin benar namun sebaiknya kita melihat lebih jauh dari dua sisi, jangan dari sisi TKW saja.

Kadang, prilaku para TKW sendiri tidak mengundang rasa simpatik yaitu kadang para TKW ini membanting barang majikannya. Jika ini pun terjadi pada para TKW lain maka bos mana yang sudi barangnya rusak dibanting oleh para TKW? Apakah barnag itu milik para TKW hingga para TKW seenaknya membanting-banting barang itu? Salahkah bos jika bos marahj karena barangnya dibanting-banting oleh para TKW?

Jika pemberitaan yang ada memihak ke para TKW dan tidak mengungkap fakta-fakta dalih kekerasan terjadi ke para TKW maka para TKW ini pastilah selalu dianggap tidak bersalah. Harusnya media massa membuat kabar yang lebih berimbang dan dilihat dari dua sisi. Jangan sisi TKW saja yang banyak diungkap namun juga dari sisi majikan supaya adil dan tidak tampak bahwa TKW yang benar karena TKW dari Indonesia saja. Pastinya pemberitaan yang tidak berimbang ini membawa dampak seakan-akan TKW manusia suci walaupun sebenarnya para TKW itu yang salah.

Lewat ini, para TKW harusnya mulai menghentikan tindak seenaknya dalam membuat tugasnya sebagai TKW. Barang majikan merupakan barang majikan dan bukan barang pribadi yang membuat jika pun tidak ingin menjaga, TKW juga tidak boleh merusak. Belum lagi dalih-dalih lainnya seperti bekerja tidak becus dan lain-lain yang pastinya jika para majikan ingin merekrut TKW maka pastinya para majikan itu inginnya pekerjaan para TKW itu mampu dipertanggungjawabkan dan jika itu tidak becus walaupun dibayar, siapa yang tidak jengkel?

Kesimpulannya, tindak-tindak ke para TKW itu bukan tiap saat salah si majikan. Para TKW pun harus mulai instrospeksi dalih suatu tindak dibuat ke mereka. Jangan tiap saat menyalahkan manusia lain.

Jumat, 13 Februari 2015

Derita tidak Menjual Murah

Jual menjual mungkin merupakan satu hal yang menjadi tindak yang dibuat oleh kita. Mengabdi atau pun membantu termasuk kategori menjual yaitu menjual jasa. Kaya menjadi target namun ternyata menjual tidak murah menyumpan derita sendiri. Jika kita tidak menjual murah maka ini ibarat masuk neraka dunia dalam beberapa kasus.

Satu contoh kasus yaitu jika tidak menjual murah maka walau kita dirampok pun, pihak lain memilih suatu tindak membela rampok. Ini karena jika ia tidak membela rampok maka ia tidak mendapatkan perut yang kenyang. Ia harus mulai diet karena rampok mulai tidak mampu membayar gajinya. Ini ibarat ia membelah periuk nasinya sendiri hingga ia tidak lagi mampu dahar.

Selain kasus pada atas, jika rampok paranoid karena sumber penghasilan banyak yang ditutup maka rampok pun dibela hingga si rampok ini sangat sulit dibuat supaya membayar kompensasi usai paranoid. Apa manfaat membakar aset paranoid? Bukankah lebih unggul jika si paranoid membayar kompensasi hingga si yang menderita kerugian menjadi mendapat untung karena membakar aset memang membuat pihak paranoid rugi namun itu tidak membuat pihak terfitnah untung, bukan?

Selain itu, walaupun tidak ada dalam hukum yang berlaku, pihak lain tetap bersikeras membuat satu tindak yang hal ini membuat pihak lain menderita namun hal ini tetap membuat pihak lain membela si pemberi racun. Apakah konstitusi dibuat supaya dilanggar? Walau banyak membuat protes, jika menjual murah maka pihak yang memberi racun ini ibarat memiliki pihak yang akan menjaga karena dengan menjual murah berarti uang menjadi lebih gampang didapatkan dan lebih mampu membayar gaji.

Kasus lainnya yaitu jika tidak menjual murah maka tiap tindak dianggap suatu tindak mengancam karena betapa tidak, suatu tindak memukul dianggap tindak mengancam akan memukul. Memukul itu merupakan suatu tindak memukul bukan tindak mengancam memukul. Jadi seharusnya jika tidak kena maka ia menjadi tindak percobaan memukul dan jika ini masuk kategori penganiayaan maka ini menjadi tindak percobaan penganiayaan yang tidak duhukum jika kita mengacu pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Jika kasus ini terjadi pada si miskin alias si miskin akan dipukul namun tidak kena maka walaupun sudah dilaporkan, apakah pelaku sudah ditangkap? Namun jika ini dibalik maka nyawa si miskin sangat mungkin menjadi taruhan karena dengan uang, tidak segan-segan si miskin dibuat celaka. di mana letak keadilan?


Dengan adanya contoh-contoh kasus yang ada, mampu diambil kesimpulan bahwa jika menjual murah maka sangat mungkin berlaku Kasih Uang Habis Perkara (KUHP) karena jika pihak lain perutnya kenyang maka pihak lain itu walaupun yang membuatnya kenyang melanggar konstitusi, si yang dibuat kenyang ini tetap membela mati-matian. Ia tidak peduli bahwa tindaknya bertentangan dengan konstitusi. Mungkin cara pikirnya, "Yang penting gua senang."

Mungkin masih ada lagi contoh-contoh lain yang membuat menjual tidak murah mampu dituturkan mendapatkan derita yaitu jika kita tidak menjual murah maka kita mungkin harus berjalan jauh pada saat pulang karena tidak ada yang sudi mengantar kita. Kita tidak mungkin memaksa pihak lain mengantar kita karena kita tidak ada hak jika pihak lain tidak sudi mengantar. Kita boleh membujuk namun kita tidak boleh memaksa. Pastinya, dampak yang terjadi yaitu ktia harus berjalan jauh jika kita tidak sudi menjual murah uang kita.

Jadi kesimpulannya, jika kita ingin mendapatkan keadilan maka jual murahlah karena dengan ada uang, Kasih Uang Habis Perkara (KUHP). Ini bukan ancaman namun fakta.

Senin, 09 Februari 2015

Dipanggil Kerja Lagi Karena Gila

Gila ternyata bukan satu hal yang membuat rugi. Betapa tidak, ternyata gila mampu membuat perusahaan lama tempat bekerja yang lama memanggil lagi tenaga kerja supaya mengabdi walau itu perusahaan yang mungkin kenal saja dengan perusahaan lama tempat si manusia itu bekerja. Panggilan ini dibuat lewat bekas rekan kerja.

Ini membuat para manusia gila tidak sangat perlu percaya diri. Tanpa diri sendiri menghargai potensi diri, tidak ada pihak lain yang mungkin menghargai potensi diri. Makin diri sendiri tidak menghargai diri sendiri, makin gembira pihak lain karena mampu mendapatkan kemampuan dari diri si manusia itu secara murah. Tanpa ada yang bersedia memperjuangkan, jika diri sendiri tidak juga mengusahakan maka kita akan menyesal jika karena kita tidak menghargai diri sendiri, pihak lain tidak menghargai kita.

Jika kita menanyakan dalih yang membuat manusia gila mampu mendapatkan kesempatan maka yang mampu dituliskan yaitu saat melihat manusia gila, pihak lain merasa iba. Adanya rasa iba ini membuat pihak lain sangat mungkin membeli barang yang dijual oleh si manusia gila ini jika si manusia gila ini merupakan tenaga penjual. Jika pembelian ini melebihi target penjualan maka ini akan menjadi prestasi tersendiri dan pengusaha juga untung karena produknya menjadi lebih laku. Ini yang membuat perusahaan menjadi sudi memanggil pulang supaya mengabdi lagi ke perusahaan lama karena produk yang dijual oleh manusia gila menjadi laku.

Jumat, 10 Oktober 2014

Karena Gila Pekerjaan Mengejar Kita

Sedih karena gila? Jangan sedih, kini manusia gila sangat mungkin lebih dihargai. Bahkan dengan gila, kamu mampu menjadi lebih ada kemampuan menghasilkan karena lebih memiliki Income Generated Capacity (IGC).

Fakta membuktikan bahwa dengan menjadi gila, pekerjaan mengejar. Tanpa perlu melamar, pekerjaan sangat mungkin datang mengundang kamu. Ini membuat kamu tidak perlu lagi fotokopi lamaran yang kadang sangat membuat jebol kantong. Pastinya ini sangat mungkin menjadi peluang untuk para gila.

Dengan adanya fakta ini, jika kamu masuk kategori gila maka kamu lebih perlu tidak minder. Sabarlah, pada waktunya nanti, bantuan Allah sangat mungkin datang dan mengubah nasib kamu. Kehidupan tanpa pekerjaan dan tanpa penghasilan sangat mungkin menghilang. Masa depan yang lebih cemerlang sangat mungkin mulai menyapamu.

Kesimpulannya, ada unggulnya kita percaya pada lagu, "Tak selamanya mendung itu kelabu...." Kita perlu tetap berusaha walau gila. Berusaha yang dimaksud pastinya bukan berusaha dengan menjadi pencuri, perampok, atau pun pembuat tindak kriminal yang lain. Tiap manusia sangat mungkin tidak ada yang sempurna.