Senin, 19 September 2016

Hore! Karena Gila Gaji Jadi Rp 5 jt/bulan

Alhamdullilah hirokhbilal alamin, ternyata lucu juga, dengan gila mampu mendapatkan gaji Rp 5 juta/bulan walau masih dalam masa percobaan. Jika dalam masa percobaan hasil mengecewakan maka dipecat namun alhamdullilah akhirnya makan juga. Dapur sangat mungkin jadi tidak berasap jika tidak mampu dapat pekerjaan.

Sialnya ternyata saat ada panggilan lainnya yaitu panggilan penyerahan paklaring, telat karena dibuat mengantuk walau sudah susah-susah jadi gila. Khan malu jika harus dapat pekerjaan dengan jadi gila. Namun untungnya pekerjaan yang gaji Rp 4 juta/bulan gagal diraih malah dapat yang gaji Rp 5 juta per bulan. Minimal jadi deh dapur tetap ngebul. Mudah-mudahan kinerja nanti mampu maksimal supaya dapur tetap mengebul.

Apa ya yang membuat gagal dapat pekerjaan yang Rp 4 juta per bulan? Apakah karena gilanya kurang membuat terharu atau karena karena pihak lain tidak yakin sudah gila? Wah, perlu riset lagi nih namun malu ah gila terus. Jika begini maka apakah perlu minta manusia lain membuatkan riset ya?

Minggu, 04 September 2016

Saat Tenaga Kerja Wanita (TKW) Indonesia Bengal dan Membanting-banting Barang Majikan, Salahkah Jika Mereka Didamprat?

Bekerja merupakan satu tindak yang dibutuhkan supaya lebih mampu bertahan hidup. Tidak bekerja pun mungkin kita mampu bertahan hidup namun mungkin tidak semudah itu jika kita bertahan hidup tanpa kerja. Jika kita mengandalkan meminta tanpa bekerja maka sangat mungkin lebih sulit kita mendapatkan uang yang membuat saat kita harus mendapatkan barang kebutuhan kita, kita mungkin tidak mampu karena tidak memiliki uang.

Dalam bekerja, banyak tempat yang mampu dipilih yaitu bekerja pada dalam negeri dan luar negeri. Jika kita bekerja pada dalam negeri maka pastinya kita mendapatkan rupiah karena ada kewajiban menggunakan rupiah dan jika kita bekerja pada luar negeri maka kita mungkin mendapatkan uang lokal dari negara tempat kita mengabdi. Budaya pun tidak sama tergantung tempat kita mengabdi yang harus kita pelajari jika mungkin supaya kita lebih mampu menyesuaikan diri. Norma yang berlaku pada satu tempat pun sangat mungkin belum pasti sama jika dibandingkan tempat yang lain.

Kadang, kita mendengarkan kabar bahwa tenaga kerja wanita (TKW) Indonesia mendapatkan perlakuan kasar pada luar negeri. Tidak jarang mungkin timbul kabar pemerkosaan atau pun juga penganiayaan yang dibuat ke para TKW. Ini pastinya membuat kita merasa miris terutama jika mengingat para TKW merupakan pahlawan devisa. Walaupun mungkin kabar-kabar itu mungkin benar namun sebaiknya kita melihat lebih jauh dari dua sisi, jangan dari sisi TKW saja.

Kadang, prilaku para TKW sendiri tidak mengundang rasa simpatik yaitu kadang para TKW ini membanting barang majikannya. Jika ini pun terjadi pada para TKW lain maka bos mana yang sudi barangnya rusak dibanting oleh para TKW? Apakah barnag itu milik para TKW hingga para TKW seenaknya membanting-banting barang itu? Salahkah bos jika bos marahj karena barangnya dibanting-banting oleh para TKW?

Jika pemberitaan yang ada memihak ke para TKW dan tidak mengungkap fakta-fakta dalih kekerasan terjadi ke para TKW maka para TKW ini pastilah selalu dianggap tidak bersalah. Harusnya media massa membuat kabar yang lebih berimbang dan dilihat dari dua sisi. Jangan sisi TKW saja yang banyak diungkap namun juga dari sisi majikan supaya adil dan tidak tampak bahwa TKW yang benar karena TKW dari Indonesia saja. Pastinya pemberitaan yang tidak berimbang ini membawa dampak seakan-akan TKW manusia suci walaupun sebenarnya para TKW itu yang salah.

Lewat ini, para TKW harusnya mulai menghentikan tindak seenaknya dalam membuat tugasnya sebagai TKW. Barang majikan merupakan barang majikan dan bukan barang pribadi yang membuat jika pun tidak ingin menjaga, TKW juga tidak boleh merusak. Belum lagi dalih-dalih lainnya seperti bekerja tidak becus dan lain-lain yang pastinya jika para majikan ingin merekrut TKW maka pastinya para majikan itu inginnya pekerjaan para TKW itu mampu dipertanggungjawabkan dan jika itu tidak becus walaupun dibayar, siapa yang tidak jengkel?

Kesimpulannya, tindak-tindak ke para TKW itu bukan tiap saat salah si majikan. Para TKW pun harus mulai instrospeksi dalih suatu tindak dibuat ke mereka. Jangan tiap saat menyalahkan manusia lain.

Jumat, 13 Februari 2015

Derita tidak Menjual Murah

Jual menjual mungkin merupakan satu hal yang menjadi tindak yang dibuat oleh kita. Mengabdi atau pun membantu termasuk kategori menjual yaitu menjual jasa. Kaya menjadi target namun ternyata menjual tidak murah menyumpan derita sendiri. Jika kita tidak menjual murah maka ini ibarat masuk neraka dunia dalam beberapa kasus.

Satu contoh kasus yaitu jika tidak menjual murah maka walau kita dirampok pun, pihak lain memilih suatu tindak membela rampok. Ini karena jika ia tidak membela rampok maka ia tidak mendapatkan perut yang kenyang. Ia harus mulai diet karena rampok mulai tidak mampu membayar gajinya. Ini ibarat ia membelah periuk nasinya sendiri hingga ia tidak lagi mampu dahar.

Selain kasus pada atas, jika rampok paranoid karena sumber penghasilan banyak yang ditutup maka rampok pun dibela hingga si rampok ini sangat sulit dibuat supaya membayar kompensasi usai paranoid. Apa manfaat membakar aset paranoid? Bukankah lebih unggul jika si paranoid membayar kompensasi hingga si yang menderita kerugian menjadi mendapat untung karena membakar aset memang membuat pihak paranoid rugi namun itu tidak membuat pihak terfitnah untung, bukan?

Selain itu, walaupun tidak ada dalam hukum yang berlaku, pihak lain tetap bersikeras membuat satu tindak yang hal ini membuat pihak lain menderita namun hal ini tetap membuat pihak lain membela si pemberi racun. Apakah konstitusi dibuat supaya dilanggar? Walau banyak membuat protes, jika menjual murah maka pihak yang memberi racun ini ibarat memiliki pihak yang akan menjaga karena dengan menjual murah berarti uang menjadi lebih gampang didapatkan dan lebih mampu membayar gaji.

Kasus lainnya yaitu jika tidak menjual murah maka tiap tindak dianggap suatu tindak mengancam karena betapa tidak, suatu tindak memukul dianggap tindak mengancam akan memukul. Memukul itu merupakan suatu tindak memukul bukan tindak mengancam memukul. Jadi seharusnya jika tidak kena maka ia menjadi tindak percobaan memukul dan jika ini masuk kategori penganiayaan maka ini menjadi tindak percobaan penganiayaan yang tidak duhukum jika kita mengacu pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Jika kasus ini terjadi pada si miskin alias si miskin akan dipukul namun tidak kena maka walaupun sudah dilaporkan, apakah pelaku sudah ditangkap? Namun jika ini dibalik maka nyawa si miskin sangat mungkin menjadi taruhan karena dengan uang, tidak segan-segan si miskin dibuat celaka. di mana letak keadilan?


Dengan adanya contoh-contoh kasus yang ada, mampu diambil kesimpulan bahwa jika menjual murah maka sangat mungkin berlaku Kasih Uang Habis Perkara (KUHP) karena jika pihak lain perutnya kenyang maka pihak lain itu walaupun yang membuatnya kenyang melanggar konstitusi, si yang dibuat kenyang ini tetap membela mati-matian. Ia tidak peduli bahwa tindaknya bertentangan dengan konstitusi. Mungkin cara pikirnya, "Yang penting gua senang."

Mungkin masih ada lagi contoh-contoh lain yang membuat menjual tidak murah mampu dituturkan mendapatkan derita yaitu jika kita tidak menjual murah maka kita mungkin harus berjalan jauh pada saat pulang karena tidak ada yang sudi mengantar kita. Kita tidak mungkin memaksa pihak lain mengantar kita karena kita tidak ada hak jika pihak lain tidak sudi mengantar. Kita boleh membujuk namun kita tidak boleh memaksa. Pastinya, dampak yang terjadi yaitu ktia harus berjalan jauh jika kita tidak sudi menjual murah uang kita.

Jadi kesimpulannya, jika kita ingin mendapatkan keadilan maka jual murahlah karena dengan ada uang, Kasih Uang Habis Perkara (KUHP). Ini bukan ancaman namun fakta.

Senin, 09 Februari 2015

Dipanggil Kerja Lagi Karena Gila

Gila ternyata bukan satu hal yang membuat rugi. Betapa tidak, ternyata gila mampu membuat perusahaan lama tempat bekerja yang lama memanggil lagi tenaga kerja supaya mengabdi walau itu perusahaan yang mungkin kenal saja dengan perusahaan lama tempat si manusia itu bekerja. Panggilan ini dibuat lewat bekas rekan kerja.

Ini membuat para manusia gila tidak sangat perlu percaya diri. Tanpa diri sendiri menghargai potensi diri, tidak ada pihak lain yang mungkin menghargai potensi diri. Makin diri sendiri tidak menghargai diri sendiri, makin gembira pihak lain karena mampu mendapatkan kemampuan dari diri si manusia itu secara murah. Tanpa ada yang bersedia memperjuangkan, jika diri sendiri tidak juga mengusahakan maka kita akan menyesal jika karena kita tidak menghargai diri sendiri, pihak lain tidak menghargai kita.

Jika kita menanyakan dalih yang membuat manusia gila mampu mendapatkan kesempatan maka yang mampu dituliskan yaitu saat melihat manusia gila, pihak lain merasa iba. Adanya rasa iba ini membuat pihak lain sangat mungkin membeli barang yang dijual oleh si manusia gila ini jika si manusia gila ini merupakan tenaga penjual. Jika pembelian ini melebihi target penjualan maka ini akan menjadi prestasi tersendiri dan pengusaha juga untung karena produknya menjadi lebih laku. Ini yang membuat perusahaan menjadi sudi memanggil pulang supaya mengabdi lagi ke perusahaan lama karena produk yang dijual oleh manusia gila menjadi laku.

Jumat, 10 Oktober 2014

Karena Gila Pekerjaan Mengejar Kita

Sedih karena gila? Jangan sedih, kini manusia gila sangat mungkin lebih dihargai. Bahkan dengan gila, kamu mampu menjadi lebih ada kemampuan menghasilkan karena lebih memiliki Income Generated Capacity (IGC).

Fakta membuktikan bahwa dengan menjadi gila, pekerjaan mengejar. Tanpa perlu melamar, pekerjaan sangat mungkin datang mengundang kamu. Ini membuat kamu tidak perlu lagi fotokopi lamaran yang kadang sangat membuat jebol kantong. Pastinya ini sangat mungkin menjadi peluang untuk para gila.

Dengan adanya fakta ini, jika kamu masuk kategori gila maka kamu lebih perlu tidak minder. Sabarlah, pada waktunya nanti, bantuan Allah sangat mungkin datang dan mengubah nasib kamu. Kehidupan tanpa pekerjaan dan tanpa penghasilan sangat mungkin menghilang. Masa depan yang lebih cemerlang sangat mungkin mulai menyapamu.

Kesimpulannya, ada unggulnya kita percaya pada lagu, "Tak selamanya mendung itu kelabu...." Kita perlu tetap berusaha walau gila. Berusaha yang dimaksud pastinya bukan berusaha dengan menjadi pencuri, perampok, atau pun pembuat tindak kriminal yang lain. Tiap manusia sangat mungkin tidak ada yang sempurna.

Jumat, 25 Juli 2014

Panduan Belanja Juli 2014-Idul Fitri

Oke sahabat-sahabat yang terkasih, kini panduan belanja akan hadir lagi. Beberapa daftar harga supaya para sahabat tidak membayar mahal yaitu:

1. Kopiko Brown Coffee         Rp 7.500,00/renceng
2. Marie biskuit                       Rp 90.000,00/dus isi sembilan bungkus @ 10 pcs,
3. Minyak goreng Tropicana    Rp 146.000,00/dus isi enam botol @ 2 liter,
4. Gas Elpiji 3 kg                     Rp 14.000,00/tabung (isinya saja)
5. Gas Elpiji 12 kg                   Rp 95.000,00/tabung (isinya saja).

Oke sementara itu dahulu ya? Ini karena saya lupa beberapa harga barang. Nanti jika sempat akan saya perbaharui, ok?

Rabu, 07 Mei 2014

Gila, Benarkah tidak Berguna?

Ulam tiba pucuk dicinta bukan suatu ungkapan yang benar jika itu dibuat dengan tidak benar. Matahari juga menyinari manusia miskin jadi kita tidak usah iri hingga kita membuat tindak yang salah. Lama matahari menyinari manusia miskin selama ia ada pada tempat benar adalah sama, adakah beda?

Nasionalisme tidak membuat kita harus jadi repot nasi. Tanpa ada uang yang cukup bagaimana mungkin menjadi seorang patriot? Apa patriot tidak usah makan?

Tidak disangka, menjadi gila juga berguna jika berpikir seperti pada alinea atas. Dengan menjadi gila, juara mampu didapatkan. Ini satu karunia ilahi ataukah satu kebetulan belaka?

Oleh yang kuasa diberi berkat pastinya membuat hati ini berterima kasih. Betapa tidak, dengan adanya berkat ini, manusia gila pun ada gunanya. Menjadi gila pun ternyata mampu berguna untuk masyarakat. Jika kita sadar maka kotoran pun mungkin berguna ya?

Langkah pasti mamang masih sulit diraih. Ini pastinya sudah lebih unggul karena malang sudah lebih mampu ditampik. Jika bukan kepada Tuhan yang Maha Kuasa maka ke mana lagi harus dihaturkan terima kasih ini?

Obrolan tidak berarti membuat waktu. Time is money berarti membuang waktu mirip membuat uang. Pada saat masih muda kita harus sadar ini. Jika tidak maka tua kita mungkin menangis.

Naga tidur satu saat sangat mungkin bangun kembali jika bukan tewas. Jika sudah tewas mungkin selamanya tidak akan bangun karena belum ada yang mampu menghidupkan makhluk yang sudah mati. Dokter paling hebat pun mungkin masih belum mampu menghidupkan ayahmu yang sudah wafat.

Galau tidak ada manfaatnya, lebih baik lakukan yang mampu dibuat. Sedetik pun waktu ibarat segenggam emas. Jika lewat maka tidak lagi mampu kembali lagi. Walaupun kamu mampu menjadi anak kecil lagi, tidakkah itu kamu buat pada masa datang dan kejadian selama kamu kecil secara alamiah tidak mampu diubah lagi?

Tawa atau tangis merupakan tindak duniawi. Ada datang, sangat mungkin ada pergi jika sudah tidak cocok. Jika tidak ada pandang tawar maka beban sangat mungkin terus dipanggul. Tidakkah letih memanggul beban begitu beratnya?

Ingin rasa hati ini menjerit namun apa daya? Apa manusia gila didengar? Maksimum satu alinea pada atas saja mampu dituliskan. Apa daya jika nanti peluru bundar bersarang di dada dan hanya mampu tersenyum beku sambil melukiskan penderitaan?

Mati atau hidup bukan satu yang penting. Yang penting dalam hidup mampu menjadi manusia yang berguna. Siapakah nanti yang mengenang? Tidak dicaci maki pun mungkin sudah syukur.

Silih berganti malam berganti siang dan begitu juga sebaliknya. Walau kita jenuh, tidak mampu kita halangi peristiwa alam minimal  inilah yang rutin terjadi pada mata seseorang. Sebanyak pasir pada pantai atau pun bintang pada angkasa siang dan malam itu, lebih ungguil jika siang dan malam itu kita nikmati. Jika memang sudah membuat susah maka mungkin saat itu kita mulai mencoba suatu tindak mengubahnya.

Orang tua atau pun muda berbeda pada usia saja. Jika usia sudah tua namun infantilisme maka apa itu ada manfaat? Peti mati tidak untuk orang tua namun untuk orang mati. Jadi orang muda jangan berpikir bahwa ia tidak akan mati.

Eden merupakan taman yang sangat didamba pada muka bumi. Ini karena kita tidak usah bekerja pada tempat itu, bukan? Kita perlu makan, minum, tidur, dan bersenang-senang, bukan? Adakah tempat yang lebih indah?

Kartu As jangan ditukar dengan kartu dua. Ini artinya mutu jangan ditukar dengan picisan. Jangan tertipu menyerahkan berlian supaya mampu mendapatkan batu kali saja. Apa benar batu kali lebih berharga jika dibandingkan rubi?

Alinea pada atas ingin menuturkan bahwa jika kamu sudah memiliki suatu yang mampu diandalkan maka hindarkanlah terpikat menukarkan barang berharga kamu dengan tahi. Adakah tahi ada manfaat? Tidakkah manusia hingga sudi membayar supaya manusia lain sudi mendapatkan tahinya yang seharusnya tiap manusia menjual tahi?

Risiko dan keuntungan harus diperhitungakan arti dari alinea pada atas. Jangan nasihat yang bagus malah kamu tampik dan nasihat jelek malah didengarkan. Kadang sahabat kamu pun sangat mungkin membujuk kamu membuat suatu hal yang cocok jika dibandingkan dengan tujuannya. Waspadalah, jangan hingga kamu mampu diperalat oleh sahabat kamu.

Nomor satu atau pun nomor paling akhir tidak menjadi masalah selama hidup kita ada pada jalan yang benar. Menjadi bermasalah jika kita ada pada jalan yang salah. Lebih parah lagi jika kita tidak sadar tentang hal itu. Menyesal kemudian sering tidak ada manfaat.

Olahlah hartamu hingga ia tidak menjadi penghambat. Jangan membuat tindak yang justru mampu menghambat kamu walau itu tidak kamu sadari. Menyesal kemudian akan membuat air mata berderai saja.

Harta dan tahta penting di dunia namun cara mendapatkannya lebih penting lagi. Menjadi kaya namun dengan merampok adalah salah. Jangan tanya berdasarkan siapa namun terima saja ini suatu kebenaran yang tidak terbantah. Jangan karena membantah kebenaran ini kemudian kamu menjadi bandit.

Atap langit dan alas bumi saat tidur tidak masalah jika itu dengan cara yang benar. Tidak usah malu jika itu terjadi pada kita. Yang perlu kita malu jika kita menjadi bandit besar. Lebih parah lagi jika kita tidak pernah sadar.

Tanpa ada kemajuan dalam hidup pun bukan satu hal yang perlu kita risaukan. Yang harus kita tanyakan yaitu akan makan apa hari ini dengan benar? Jika itu benar maka pada saat malam datang wafat pun, jiwa terasa tenang. Jika tidak maka apa tidak akan mendatangkan caci maki?

Tumbal dalam babi ngepet apa benar membawa rezeki? Kadang, ada anggota keluarga yang harus dikorbankan. Tidak sayangkah kita dengan anggota keluarga kita? Apakah demi harta anggota keluarga dikorbankan?

Atas sangat mungkin menjadi bawah dan begitu juga sebaliknya. Sabar adalah kunci dalam hidup karena jika kita tidak sabar menderita dan kemudian membuat tindak salah, salah siapa? Jangan karena jenuh menderita kemudian kita membuat tindak kriminal. Jangan karena ingin balik modal kemudian kita memfitnah pihak lain.

Rugi jika kita tewas karena kita tidak sabar namun ini bukan karena ingin mengancam. Jika musuh lebih banyak dan kita mengandalkan berani maka apa kita tidak mati konyol? Benarkah kita sangat gagah hingga mampu menaklukkan jutaan manusia seorang diri? Benarkah kita mampu berubah menjadi satria baja hitam karena jika tidak maka apa kita tidak bodoh jika karena itu harus ada lubang peluru bundar di dadanya, senyum bekunya ingin berkata...?

Allah tidak usah menjadi pegangan yang sangat teguh. Jika Lat dan lainnya tidak mampu memberikan baju atau sejenisnya pada saat ada yang telanjang maka apa Allah akan memberikan tower setinggi 150 tingkat dengan tinggi satu tingkat 3 meter, berdiri pada daerah seluas 100 hektar, berbentuk balok tower itu yang menutupi tiap daerah 100 hektar itu yang tiap tingkat mampu menampung hingga 100 milyar triliun ton jika saya minta? Jika tidak apa bedanya dengan Lat, Uzza, atau yang lainnya? Allah juga tidak mampu mengabulkan permintaan khan?

Mata adalah satu penyaring kita. Jika itu tampak maka kita mungkin percaya. Jika tidak maka kita mungkin tidak percaya. Walau mungkin juga mata kita salah, tetap lazimnya seeing is believing..

Pemeluk teguh mungkin berkata, "Kamu belum membuat kebaikan cukup bagaimana Allah memberikan ke kamu?" Namun pernahkah terbersit jika pendukung Lat, Uzza atau yang lainnya berkata yang sama kepada kamu? Apa benar kamu sudah membuat kebaikan yang cukup hingga Lat, Uzza atau yang lainnya layak mengabulkan yang kamu minta? Bagaimana kamu menjawab ini?

Oh, jangan tuturkan bahwa kamu ingin mengandalkan laskar yang besar ingin memaksakan para penganut Lat, Uzza atau yang lainnya tunduk ke kamu. Itu sama saja dengan kamu memaksakan kepercayaan kamu. Ajaran penyembah patung tidak selamanya salah karena apa Muhammad sudi menanggung dosa para pengikutnya yang sudah menyantap satwa tanpa ada maksud menghina pengikut Muhammad?

Kebenaran selalu menjadi yang paling atas tidak peduli betapa kamu tenar atau pun banyak laskar. Selama ada laskar kamu mampu membuat onar. Jika tidak ada laskar maka nanti pihak yang lain yang sangat mungkin membalas. Balas membalas, kapan akan berakhir?

Sodoran berita dan sejarah yang kamu baca belum pasti benar. Sangat mungkin itu direkayasa supaya membuat untung penguasa hingga seakan-akan penguasalah pahlawannya. Kamu harus mampu membedakan yang benar dan yang salah. Jangan kamu dibodohi karena sangat mungkin suatu racun dibuat sedemikian hingga terasa seperti madu.

Akhir tidak menjadi hal yang membuat takut. Jika memang harus berakhir maka berakhirlah. Jika masih harus terus maka teruslah. Tidak perlu kita memaksakan sesuatu dengan cara yang tidak benar.

Ya, itulah kebenaran. Tidak banyak yang mampu dituliskan namun semoga ini berguna. Kebenaran ini semoga lebih mampu membantu hidup kamu.

Akhir kata diucapkan, "Tahi sangat mungkin masih ada manfaat." Itu tergantung cara kita mengolah tahi. Sayangi barang kamu dan usahakan selalu jual barang kamu jika itu bukan ke saudara kamu atau manusia-manusia yang layak karena sbenarnya lebih unggul menjual tahi dan air kencing. Itulah sebabnya dianjurkan juga jangan buang tahi atau air kencing sembarangan, kita harus juga jual tahi dan air kencing kita.